DPP Copot Ketua Harian dan Sekretaris Golkar Aceh | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

DPP Copot Ketua Harian dan Sekretaris Golkar Aceh

DPP Copot Ketua Harian dan Sekretaris Golkar Aceh
Foto DPP Copot Ketua Harian dan Sekretaris Golkar Aceh

BANDA ACEH – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar mencopot dua petinggi partai tersebut di Aceh yaitu Ketua Harian Yusuf Ishak dan Sekretaris T Machsalmina Ali.

Hasil penelusuran Serambi, pencopotan itu dilakukan atas usulan Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, TM Nurlif berdasarkan surat yang dikirim langsung kepada personalia, Kamis 4 Mei 2017. Selain Yusuf Ishak dan Machsalmina Ali, sejumlah pengurus lainnya juga diberhentikan, seperti Ketua Biro Pemenangan Pemilu Muhammad Saleh, Wakil Sekretaris Bidang Organisasi dan Keanggotaan Roy Vahlevi, Ketua Biro Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi Zainal Fikri, dan salah satu anggota biro, Cut Ani Vivianti.

Kemarin, Serambi hanya mendapatkan soft copy surat yang dikirimkan ke Machsalmina Ali. Surat itu ditandatangani oleh TM Nurlif selaku ketua dan Syukri Rahmat yang bertanda tangan atas nama sekretaris.

Dalam surat itu disebutkan, keputusan pemberhentian dari DPD I Partai Golkar berdasarkan keputusan DPP Partai Golkar Nomor 220/DPP/Golkar/IV/2017 Tanggal 27 April 2017.

Surat kepada Machsalmina Ali bernomor B-60/DPD-I/GK/V/2017. Dalam surat itu TM Nurlif menjelaskan alasan permberhentian Machsalmina. Bahwa calon wakil gubernur pada pilkada lalu itu dinilai tidak bisa menunjukkan sikap kerjasamanya dalam organisasi partai, sehingga telah menimbulkan suasana yang tidak kondusif di kalangan internal kepengurusan DPD I dan DPD II Partai Golkar.

Kemudian disebutkan, atas dasar itu pada Rapat Pleno DPD I Partai Golkar Aceh pada 27 Desember 2016, telah memberi kewenangan penuh kepada Ketua DPD I Partai Golkar Aceh untuk mengusulkan PAW kepada DPP Partai Golkar untuk mendapat persetujuan dan pengesahan.

“Maka dengan berat hati dan penuh pertimbangan, dengan ini kami sampaikan bahwa saudara telah diberhentikan oleh DPP Partai Golkar dari jabatan Sekretaris DPD I Partai Golkar Aceh. Namun, kami mengharapkan kesediaan saudara untuk kami usulkan sebagai unsur Dewan Pertimbangan Partai Golkar Aceh,” begitu antara lain bunyi surat tersebut.

Tadi malam, Serambi mencoba menghubungi Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, TM Nurlif melalui telepon. Sayangya, Nurlif tidak mengangkat teleponnya, begitu pun sms yang dikirimkan Serambi pada pukul 19.49 WIB, juga tak dibalasnya.

Berita tentang pemberhentian sejumlah pengurus Partai Golkar Aceh ini sempat menyebar di beberapa grup WhatsApp dan dilansir sejumlah media online.

Seentara itu Yusuf Ishak yang dicopot dari jabatannya sebagai ketua harian mengatakan, pencopotan itu dilakukan Ketua DPD I Partai Golkar Aceh tidak sesuai prosedur. Menurutnya, jika salah seorang pengurus dianggap salah mestinya diingatkan dulu secara lisan atau tulisan satu hingga tiga kali baru kemudian diambil keputusan dengan dibawa ke rapat pleno.

“Tapi ini tidak, langsung begitu saja. Jadi jelas ini tidak melalui prosedur, artinya melanggar AD/ART yang dikerjakan oleh Saudara Nurlif sebagai ketua,” sebutnya.

Yusuf mengatakan, pihaknya akan membawa hal ini ke mahkamah partai. Ia akan menuntut dan mencari keadilan atas keputusan pemberhentian dirinya dan beberapa pengurus lainnya. “Ini semua sebenarnya karena sentimen, karena tidak senang. Seperti Pak Makh dibilang tidak aktif, padahal selama ini beliau aktif, kan beliau baru saja jadi calon wakil gubernur, selama ini beliau melaksanakan tugas itu,” pungkasnya. (dan) (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id