Panglima TNI: Petani jangan Jual Tanah | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Panglima TNI: Petani jangan Jual Tanah

Panglima TNI: Petani jangan Jual Tanah
Foto Panglima TNI: Petani jangan Jual Tanah

BANDA ACEH – Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, meminta petani di Indonesia agar tidak menjual tanah pertanian meskipun mendapat ancaman dari luar. Para petani diminta harus lebih siap menghadapi kompetisi global karena berbagai persiangan akan melanda Indonesia dan mengancam petani dan nelayan.

“Tanah memiliki arti. Mengapa? karena sumber energi dari tanah. Begitu juga sumber air dan sumber kehidupan. Tetapi untuk diketahui bahwa tanah itu semakin hari bukan semakin lebar, tetapi semakin sempit, jangan sekali-kali menjual tanah, terutama tanah pertanian,” katanya seusai menjadi pembicara pada acara Rembug Utama KTNA Nasional di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Jumat (5/5).

Gatot yang berbicara tentang ancaman petani dan nelayan ini menjelaskan, faktor menyempitnya tanah disebabkan oleh migrasinya penduduk dunia ke berbagai tempat karena kompetisi global. “Ancaman kenapa terjadi, tanah itu semakin sempit. Di belahan dunia lain Sub Sahara yang dulunya bisa tinggal (manusia) sekarang tidak bisa tinggal, mereka mengadakan imigrasi,” ujarnya.

Sementara di Indonesia, pertanian dan nelayan sangat membantu pertumbuhan ekonomi negara. Menurut Presiden Jokowi, katanya, faktor pertumbuhan ekonomi Indonesia 2016 sebesar 5,02 persen ditompang oleh sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan.

“Petani dan nelayan ini adalah pahlawan, kenapa pahlawan karena dalam kondisi seperti ini bayangkan kalau tidak ada petani, yang nyuapin makan dari luar,” ungkap Jenderal Gatot di hadapan peserta Penas KTNA dan Menteri Pertanian, Dr Andi Arman Sulaiman serta Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah. Ia mengingatkan saat ini kompetisi global terjadi, persaingan bukan lagi antarnegara, tetapi antar manusia, sehingga yang terjadi adalah migrasi besar-besaran untuk mendapatkan penghasilan lebih ke tempat yang menjanjikan secara ekonomi. Jika ini terjadi di Indonesia, maka nelayan dan petani akan terancam. (mas) (uri/inaldy/eryance/RG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id