Museum Senilai Rp 7 M Telantar | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Museum Senilai Rp 7 M Telantar

Museum Senilai Rp 7 M Telantar
Foto Museum Senilai Rp 7 M Telantar

* Warga Samudera Minta Pemkab Segera Mengoperasikannya

LHOKSUKON – Museum Islam Kerajaan Samudera Pasai yang dibangun di Desa Beuringen, Kecamatan Samudera, Aceh Utara pada 2011, hingga kini belum juga difungsikan. Padahal bangunan itu sudah selesai dikerjakan pada 2016 dengan dana mencapai Rp 7 miliar lebih yang bersumber dari dana otonomi khusus.

Amatan Serambi, pagar yang mengelilingi bangunan tersebut rusak di beberapa titik. Selain itu bagian dinding bangunan juga ada yang retak, cat juga sudah terkelupas. Kondisi bangunan tak terawat, bahkan menurut warga, saat hujan halaman bangunan tersebut tergenang banjir. Karena itu warga berharap bangunan tersebut segera difungsikan.

“Bangunan itu sudah lama selesai, tapi kami tidak tahu kenapa Pemkab Aceh Utara belum memfungsikan. Padahal ini bangunan bersejarah, dan dibangun dengan dana yang cukup besar. Kami warga sekitar sangat berharap agar bangunan itu segera difungsikan,” pinta Mahdi (43), warga Beuringen, Kecamatan Samudera, kepada Serambi, Jumat (5/5).

Menurut Mahdi, dengan difungsikannya museum tersebut, tentu akan ada petugas yang menjaganya, sehingga bangunan itu tidak bertambah rusak.”Memang benar pada bagian dinding ada yang retak, kemudian juga plafon juga pada tiang,” katanya.

Sementara itu, warga lainnya, Sultan Abdul Aziz Syah mengatakan, jika bangunan tersebut difungsikan akan menjadi tempat wisata islami yang baru. Tapi pemerintah harus melengkapinya dengan benda-benda bersejarah. Apalagi di Aceh Utara belum ada tempat wisata islami yang bernilai sejarah.

“Kawasan ini jika dikelola dengan baik, bukan hanya menjadi ciri khas Aceh Utara, tapi juga Aceh. Karena memiliki nilai sejarah. Sebab selain ada museum, juga ada makam Sultan Malikussaleh di kawasan ini. Saya yakin ini bisa menghasilkan pendapatan asli daerah bagi Aceh Utara,” kata Sultan.(jaf) (uri/inaldy/eryance/RG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id