Rutan Takengon Digeledah | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Rutan Takengon Digeledah

Foto Rutan Takengon Digeledah

* Puluhan Barang Disita, Termasuk Daun Ganja

TAKENGON – Satuan Tugas (Satgas) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenhumkam) Aceh, Kamis (10/3) menggeledah ruang tahanan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B, Takengon. Puluhan barang bersama daun ganja kering disita petugas, termasuk uang tunai sebesar Rp 2,881 juta.

Dilaporkan, petugas menemukan lima aplop daun ganja kering di saku celana salah seorang tahanan kamar no 7. Barang-barang lain yang juga disita berupa 11 handphone, 10 kartu ATM, 18 dompet, 50 ikat pinggang, charger HP, cutter, gunting, paku dan gergaji sebanyak 20 buah. Tempat memasak nasi listrik atau rice cooker dan sound sistem juga ikut disita.

Kanwil Kemenkumham Aceh mengerahkan 25 anggota Satgas yang tergabung dari personel Kanwil, petugas Rutan Takengon serta Kantor Imigrasi Aceh Tengah. Anggota satgas ini, melakukan penggeledahan selama tiga jam yang dimulai sekira pukul 09.30 WIB.

Hampir semua ruang tahanan digeledah untuk mencari barang-barang yang dilarang untuk disimpan di ruang tahanan. Semua sudut ruangan, mulai lemari, baju, sepatu, celana, tempat tidur, jendela, kamar mandi, bahkan peci para tahanan tidak luput dari pemeriksaan petugas, dimana penggeledahan dilakukan secara bergantian dari satu ruang ke ruang lainnya.

Dalam razia rutan itu, Kakanwil Kemenkumham Aceh, Suwandi SH MH didampingi Kepala Divisi Keimigrasian, Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Kepala Divisi Kemasyarakatan serta kepala Rutan Kelas II B Takengon. Pemeriksaan bukan hanya ruang milik tahanan pria saja, tetapi ruang tahanan wanita juga ikut diperiksa.

Bahkan petugas menyita sejumlah rice cooker, dan kompor dari ruang tahanan wanita. “Barang-barang yang ditemukan ini akan kita musnahkan, termasuk HP dan barang lainnya, kecuali uang,” kata Kakanwil Kemenkumham Aceh, Suwandi. Tetapi, daun ganja kering yang ditemukan akan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk tindak lanjutnya.

“Pemilik barang itu sudah kita catat dan nanti kita serahkan ke pihak kepolisian. Sedangkan untuk uang yang ditemukan, juga akan kita serahkan kepada pihak keluarga mereka,” jelasnya. Menurut Suwandi, penggeledahan secara dadakan diawali dengan rencana kunjungan.

“Tentunya penggeledahan ini dilakukan secara dadakan, karena bila diberitahu, sudah barang tentu ganja tidak bisa kita temukan,” sebut Suwandi.

Sementara, para penghuni Rutan Kelas II B Takengon, yang terdiri dari warga binaan maupun para napi, tidur berdesak-desakan di ruang tahanan. Dimana, di ruangan berukuran 3×4 meter, diisi lebih dari 20 orang tahanan. Rutan Takengon yang berkapasitas 65 orang, membludak hingga mencapai 334 orang saat ini.

Melihat kondisi itu, Suwandi mengakui bahwa kelebihan kapasitas Rutan Kelas II B, Takengon, sudah menjadi persoalan tersendiri di institusi Kemenkumham. Bahkan, sebutnya, hampir semua lapas maupun rutan kelebihan penghuni, sedangkan sarana dan prasarana yang dimiliki terbatas. “Bukan hanya itu, jumlah pegawai saja sangat terbatas. Untuk Rutan Takengon, sekitar 110 tahanan, diawasi satu petugas,” pungkasnya.(my) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id