Nafsu Penguasa | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Nafsu Penguasa

  • Reporter:
  • Sabtu, Mei 6, 2017
Nafsu Penguasa
Foto Nafsu Penguasa

Oleh: Jarjani Usman

“Siapa saja yang dalam hidupnya hanya memikirkan isi perutnya, maka
nilainya tidak lebih dari apa yang dikeluarkan dari perutnya” (Ali bin
Abi Thalib r.a.).

Meskipun sering tak dibedakan, perbedaan antara pemimpin dan penguasa
akan tampak mengganga terutama bila dilihat dari perilakunya. Orang
yang berjiwa pemimpin lebih mengedepankan keinginan rakyat yang
dipimpinnya. Juga ada rasa takut kepada Allah jika tak mampu
memperhatikan atau mengurus kebutuhan-kebutuhan rakyatnya. Sedangkan
penguasa lebih mengedepankan keinginan perut atau hawa nafsunya untuk
menguasai sektor-sektor yang dianggap menguntungkan dirinya.

Bahkan di saat rakyat sedang dirundung kemiskinan, penguasa cenderung
mementingkan kemewahan dirinya walaupun dengan menggunakan uang
rakyatnya secara berlebihan. Perilaku semacam itu malah dianggap
sebagai sesuatu hal yang biasa. Penggunaan kata “biasa” untuk perilaku
yang paradoks itu bermakna bahwa sang penguasa tidak begitu peka
terhadap keadaan rakyatnya.

Padahal Rasulullah SAW telah memberikan peringatan untuk para pemegang
kekuasaan.
Beliau mengingatkan, barang siapa diserahi kekuasaan urusan manusia
lalu menghindar (mengelak) melayani kaum lemah dan orang yang
membutuhkannya, maka Allah tidak akan mengindahkannya pada hari kiamat
(HR. Ahmad). (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id