Coblos Ulang di Galus 17 Mei | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Coblos Ulang di Galus 17 Mei

Coblos Ulang di Galus 17 Mei
Foto Coblos Ulang di Galus 17 Mei

BLANGKEJEREN – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Gayo Lues (Galus) bersama tim Desk Pilkada telah menetapkan hari dan tanggal Pemungutan Suara Ulang (PSU) di lima tempat pemungutan suara (TPS), yakni pada 17 Mei 2017.

Coblos ulang tersebut dilaksanakan berdasarkan amar putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatalkan keputusan Komisi Independen Pemilihan (KIP) tentang penetapan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pilkada Gayo Lues 2017.

MK memerintahkan KIP Provinsi Aceh dan KIP Gayo Lues melaksanakan pemungutan suara ulang di lima tempat pemungutan suara (TPS). Meliputi TPS 3 Kampung Kerukunan Kutapanjang, Kecamatan Kutapanjang; TPS 1 Kampung Rikit Dekat, Kecamatan Kutapanjang; TPS 1 Kampung Tungel Baru, Kecamatan Rikit Gaib; TPS 1 Kampung Bemem Buntul Pegayon, Kecamatan Blangpegayon; dan TPS 3 Penampaan Toa, Kecamatan Blangkejeren.

Coblos ulang tersebut akan diikuti tiga pasangan calon, yakni pasangan nomor urut 1, Adam-Iskandar (Hadis), nomor urut 2, Abd Rasad-Rajab Marwan (Sarama), dan nomor urut 3, Muhammad Amru-Said Sani (Mass).

“Pencoblosan ulang di lima TPS tersebut akan berlangsung pada hari Rabu, 17 Mei 2017. Tidak ada lagi tahap kampanye bagi ketiga paslon, selain hanya menunggu hari ‘H’,” kata Ketua KIP Galus melalui Pokja Teknis, Said Abdullah, didampingi sejumlah komisioner lainnya, kepada Serambi, Kamis (4/5).

Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di lima TPS tersebut tetap akan mengacu pada jumlah pemilih pada Pilkada Serentak 15 Februari 2017 lalu, yakni sebanyak 1.311 pemilih. Tidak ada lagi istilah penambahan atau pengurangan jumlah pemilih, meskipun ada warga yang sudah cukup umur maupun meninggal dunia sebelum dilakukan PSU.

Ia juga menjelaskan, pilkada di Galus merupakan pilkada ulang yang disebut PSU. Karena itu pelaksanaannya berbeda dengan pilkada putaran dua seperti di DKI Jakarta. Dalam pilkada ulang di Galus, ujarnya, perolehan suara ketiga paslon di lima TPS akan dinolkan dan selanjutnya diulang kembali.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Galus, Ramadhansyah. Ia mengharapkan semua tahapan Pilkada bisa tuntas sebelum bulan puasa nanti. “Diharapkan semua tahapan pilkada sudah tuntas sebelum memasuki puasa ramadhan,” ucapnya.

Seperti diketahui, amar putusan MK terkait sengketa Pilkada Galus diputuskan pada 27 April 2017. Mahkamah memerintahkan supaya PSU dilaksanakan dalam jangka waktu paling lama 30 hari setelah putusan diucapkan, dan KIP Kabupaten Gayo Lues harus melaporkan kepada Mahkamah hasil penghitungan suara paling lama tujuh hari kerja setelah ditetapkan.

PSU di lima TPS ini diputuskan karena dalam persidangan telah terbukti secara sah adanya pencoblosan lebih dari satu kali di lima TPS tersebut. Fakta tersebut diperkuat dengan adanya bukti surat berupa salinan putusan Pengadilan Negeri Blangkejeren, yang menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada enam orang yang terbukti melakukan pidana pemilu, yakni memilih lebih dari satu kali.

Mahkamah juga menyatakan bahwa Panwaslih Kabupaten Gayo Lues telah melakukan pelanggaran, karena tidak memberikan rekomendasi kepada KIP Kabupaten Gayo Lues untuk melakukan PSU.

Terpisah , Pengamat Politik dan Keamanan Aceh, Aryos Nivada menilai, Pemungutan Suara Ulang atau PSU di sejumlah TPS di Gayo Lues perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak.

“PSU di 5 TPS ini perlu jadi perhatian serius, terutama aparat keamanan. karena rawan akan konflik dan kerusuhan,” katanya dalam pernyataan tertulis kepada Serambi.

Apalagi di sisi lain, masyarakat Gayo Lues juga mempertanyakan netralitas dan keberpihakan aparat kepolisian, karena salah satu pihak yang bersengketa, yakni paslon nomoro urut 2, Abd Rasad dan Rajab Marwan (Sarama) telah ditetapkan sebagai buronan politik uang dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Gayo Lues.

“Namun diketahui, meski pasangan ini telah menjadi buronan polres Gayo Lues, tetapi pihak polres belum juga memanggil tersangka untuk dimintai keterangan. Ini patut menjadi tanda tanya bagi semua pihak,” ujar Aryos.

Terakhir, Aryos menyarankan agar proses hukum terhadap pelaku politik uang untuk segera ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian. “Jangan sampai kepercayaan publik terhadap kepolisian tergerus, ekses dari tidak adanya keseriusan kepolisian dalam mengusut praktik politik uang di Pilkada Gayo Lues. Ini bukan hanya berpotensi menciderai hukum, namun juga dapat mencoreng wajah demokrasi di Gayo Lues,” demikian Aryos.(yos) (uri/leny/andraini/GC)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id