Mahasiswa Desak KEK Arun Dikelola Aceh | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Mahasiswa Desak KEK Arun Dikelola Aceh

Mahasiswa Desak KEK Arun Dikelola Aceh
Foto Mahasiswa Desak KEK Arun Dikelola Aceh

BANDA ACEH – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Aceh (HAMPA) mengelar aksi di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Kamis (4/5). Mereka mendesak Presiden Jokowi mencabut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2017 tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe dan meminta pemerintah Aceh mengelola sendiri kawasan itu.

Dalam aksi tersebut massa turut membawa spanduk dan karton yang di antaranya bertuliskan “PP No 5 Tahun 2017 Harus Direvisi”. Mereka juga membuat treatikal yang mengambarkan bahwa KEK Arun Lhokseumawe diambil oleh pusat. Sedangkan Pemerintah Aceh mencoba mempertahankannya. Aksi para aktivis ini mengundang perhatian pengguna jalan.

“Kami memohon kepada Pemerintah Aceh agar KEK Arun dikelola sendiri. Kami yakin pemerintah Aceh mampu mengelola KEK Arun. Pusat jangan suuzon bahwa pemerintah Aceh tidak mampu mengelola KEK Arun,” kata Koordinator Lapangan, Ibadurrahman melalui pengeras suara.

Apabila KEK Arun Lhokseumawe dikelola oleh pemerintah Aceh, maka akan memberikan dampak positif bagi Aceh karena dapat menambah pendapatan asli daerah (PAD). Sebab, jika dana otonomi khusus (otsus) berakhi pada 2028, maka Aceh tidak memiliki lagi sumber pendapatan, kecuali dari pengelolaan KEK Arun Lhokseumawe.

“Kita menuntut revisi PP Nomor 5 tahun 2017. Dalam penggelolaan hasil alam Aceh, rakyat Aceh jangan jadi penonton. Ketika Arun dan Exxon Mobil dibangun, rakyat Aceh hanya menjadi penonton saat pusat mengeruk bumi Aceh. Jangan lagi kita serahkan KEK Arun ke pemerintah pusat, sudah cukup kita ditipu,” teriak orator lain.

Massa berjanji akan menyampaikan perihal ini kepada Presiden Jokowi saat datang ke Aceh untuk membuka kegiatan Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (PENAS KTNA) XV di Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya, Banda Aceh pada 6 Mei 2017 atau besok. “Cukup sekali kita ditipu oleh pusat, cukup Arun dan Exxon Mobil, tidak lagi pada KEK,” kata seorang (mas) (uri/nton/ariana/AM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id