Juragan Dibidik Kasus Baru | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Juragan Dibidik Kasus Baru

Juragan Dibidik Kasus Baru
Foto Juragan Dibidik Kasus Baru

* Terkait Dugaan Penyerobotan Tanah di Pulo Ie

SUKA MAKMUE – Kejaksaan Negeri Nagan Raya memastikan pelimpahan dua berkas perkara ke Pengadilan Negeri Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, dengan terdakwa Samsuardi alias Juragan adalah perkara baru terkait dugaan penyerobotan dan pengrusakan lahan perkebunan sawit milik 35 warga di kawasan Pulo Ie, Kecamatan Kuala, Nagan Raya.

“Dua perkara yang kita ajukan ini merupakan kasus baru, dan belum pernah dilimpahkan ke pengadilan,” kata Kasi Pidana Umum Kejari Nagan Raya, Oki Winarta didampingi Kasi Intel, Dedi Mariadi SH kepada Serambi, Kamis (4/5) sore di Suka Makmue. Dia sebutkan dua perkara tersebut yakni dugaan penyerobotan lahan perkebunan sawit milik 34 warga seluas 70 hektare di kawasan di Pulo Ie, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya.

Perkara yang kedua, tambah Oki Winarta, kasus dugaan pengrusakan lahan aneka tanaman milik Hermalinda seluas 2,6 Hektare atau 26.450 meter persegi, yang terjadi pada 2012 lalu di kawasan Pulo Ie, Kecamatan Kuala. Dalam dua perkara ini, kata Dedi, Juragan dibidik dengan sangkaan Pasal 170 ayat (1), pasal 406 ayat (1) jo 55 ayat (1) ke (1), pasal 385 ke 1 KUHAPidana dengan ancaman kurungan penjara selama 7 tahun. Menurutnya, dua perkara yang diajukan tersebut merupakan kasus yang sama sekali belum pernah disidang di Pengadilan Negeri Meulaboh.

Sementara itu Humas Pengadilan Negeri Meulaboh, Aceh Barat M Alqudri menyatakan perkara dugaan penyerobotan lahan warga di Desa Pulo Ie, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya dengan terdakwa Samsuardi alias Juragan sesuai dengan putusan kasasi MA Nomor: 334K/PID/2016 tanggal 21 Juni 2016 atas nama terdakwa Samsuardi alias Juragan telah ada putusan hukum tetap (incrach).

“Kalau sesuai perkara lama terkait kasus serobot lahan warga di Pulo Ie telah selesai,” kata M Alqudri menjawab Serambi, Kamis (4/5) saat dikonfirmasi Serambi terkait salinan kasasi yang diperlihatkan Juragan kepada media ini pada Rabu (3/5) lalu.

M Al-Qudri yang merupakan hakim di PN Meulaboh juga menjelaskan hingga kemarin pihaknya belum menerima pelimpahan perkara baru atas nama terdakwa Samsuardi alias Juragan, seperti yang disampaikan oleh jaksa di Kejari Nagan Raya. “Kalau ada perkara baru, kita lihat dulu konteksnya. Dalam seminggu ini (kami) belum terima perkara ata snama terdakwa Samsuardi alias Juragan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, putusan kasasi terkait kasus dugaan penyerobotan tanah warga di atas lahan seluas 40 hektare tidak bisa ditempuh secara hukum pidana, melainkan perkara tersebut merupakan kasus perdata yang penyelesaian hukumnya harus diselesaikan secara hukum perdata oleh hakim perdata pula.

Al-Qudri juga membenarkan bahwa dalam perkara dugaan penyerobot tanah yang pernah disidangkan beberapa waktu lalu di PN Meulaboh ditemukan fakta bahwa tanah yang dituduhkan telah diserobot oleh Samsuardi alias Juragan juga memiliki bukti kepemilikan tanah yang sah oleh Samsuardi.

Sedangkan pelapor tidak dapat memperlihatkan patok tanah yang diklaim telah diserobot oleh terdakwa. “Intinya, sesuai surat kasasi yang diperlihatkan memang sudah selesai perkaranya, belum ada perkara baru,” kata Al-Qudri.

Kasi Intel Dedi Mariadi menegaskan salinan Relaas Pemberitahuan Putusan Kasasi Nomor: 103/PID.B/2014/PN.MBO tanggal 13 Februari 2017 yang diteken Jurusita Pengadilan Negeri Meulaboh, Said Isa SH merupakan perkara lama yang sudah ada putusah hukum tetap dari Mahkamah Agung.

Salinan Relaas yang diperlihatkan oleh Samsuardi alias Juragan tersebut juga dilansir Serambi, Kamis (4/5) lalu pada berita berjudul “Kasus Juragan ke Pengadilan”. Jaksa juga membenarkan bahwa dalam putusan kasasi sesuai amar putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 334K/PID/2016 tanggal 21 Juni 2016 atas nama terdakwa Samsuardi alias Juragan bahwa MA telah menolak permohonan kasasi dari pemohon kasasi Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Suka Makmue.

“Jadi, putusan kasasi yang diperlihatkan tersebut merupakan perkara lama. Yang kita ajukan ini adalah perkara baru lagi,” ungkapnya. Pihaknya memastikan kasus ini tetap akan berlanjut sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.(edi) (uri/syrafi/orat/AG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id