Pemutih Kulit Berbahaya Beredar | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pemutih Kulit Berbahaya Beredar

Pemutih Kulit Berbahaya Beredar
Foto Pemutih Kulit Berbahaya Beredar

* BBPOM Sita 990 Kemasan Kosmetik di Aceh Utara

LHOKSUKON – Petugas Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh, menyita 990 kemasan kosmetik dan obat herbal yang mengandung bahan kimia berbahaya, dalam razia di kawasan Lhoksukon dan Pantonlabu, Aceh Utara, Kamis (4/5). Kosmetik dan obat herbal yang disita mayoritas merupakan alat pemutih kulit.

Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan pada BBPOM Aceh, Drs Hasbi Apt MM kepada Serambi, kemarin mengatakan, 990 kemasan kosmetik itu terdiri atas 75 jenis kosmetik dan herbal. Ratusan kosmetik itu disita dari sembilan toko di kawasan Lhoksukon dan Pantonlabu. Penyitaan itu dilakukan untuk proses pemeriksaan lanjutan.

“Dari 75 jenis kosmetik dan obat herbal yang kita temukan, didominasi oleh pemutih kulit, seperti natural, kolagen dan jenis lainnya. Pemutih kulit tersebut ada yang berasal atau produksi luar negeri dan ada juga produk dari dalam negeri,” kata Hasbi.

Ia menyebutkan, kosmetik tersebut disita untuk diselidiki tingkat risiko bahaya yang ditimbulkan. Jika penggunaan kosmetik tersebut berisiko tinggi bagi konsumen, pihaknya akan memproses penjual barang tersebut secara pidana. “Untuk memastikannya, tentu kami akan memeriksa kembali setelah diamankan di Banda Aceh,” katanya.

Menurut Hasbi, umumnya kosmetik pemutih kulit yang beredar secara ilegal mengandung mercuri (air raksa) yang bisa membayakan penggunanya. Misalnya kanker kulit, kerusakan pada ginjal dan hati, sehingga konsumen harus melakukan cuci darah. Sebab mercuri yang terkandung dalam pemutih kulit itu juga dapat masuk ke dalam darah melalui pori-pori.

Selain pemutih juga ditemukan celak alis dan inai. Barang-barang itu dikategorikan ilegal karena tidak ada izin edar atau tidak terdaftar BBPOM, barang palsu, dan juga mengandung bahan kimia berbahaya. “Dalam razia ini kita melibatkan polisi dan petugas dinas kesehatan. Kita periksa 12 toko, tapi kosmetik ilegal kita temukan di sembilan toko,” sebut Hasbi.

Ditambahkan, barang yang disita itu sudah beradar di kawasan Lhoksukon dan Pantonlabu. Pihaknya berharap kepada masyarakat untuk menghentikan penggunaanya karena bisa berdampak buruk bagi kesahatan. “Selama ini juga banyak kita temukan obat herbal berbahaya untuk vitalitas pria,” pungkas Hasbi.

Pada kesempatan itu, Hasbi juga mengimbau seluruh masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih produk kosmetik dan obat herbal. Untuk membedakan produk resmi dan ilegal, Hasbi menjelaskan, salah satunya adalah produk tersebut terdaftar di BBPOM dan tertera alamat lengkap produsennya.

“Selain itu, biasanya produk asli tidak menjanjikan yang muluk-muluk. Misalnya obat pemutih tidak mungkin bisa membuat kulit hitam menjadi putih, tapi hanya bisa membuat kulit lebih tampak putih, begitu juga kosmetuik lainnya,” demikian Hasbi.(jaf) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id