60 Warga Aceh Dikabarkan Ditahan di Port Klang | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

60 Warga Aceh Dikabarkan Ditahan di Port Klang

60 Warga Aceh Dikabarkan Ditahan di Port Klang
Foto 60 Warga Aceh Dikabarkan Ditahan di Port Klang

BANDA ACEH – Sedikitnya 60 warga Aceh yang hendak pulang dari Malaysia untuk berpuasa Ramadhan di kampung halamannya di Aceh dikabarkan ditahan pihak otoritas keamanan Malaysia, Rabu (3/5), karena pulang menggunakan jalur ilegal, naik kapal sayur, bukan kapal penumpang resmi antarnegara. Perjalanan mereka juga tidak dilengkapi dokumen yang sah.

Para warga Aceh itu ditahan pihak imigrasi di Port Klang, Selangor, Malaysia. “Saya dapat info dari Port Klang bahwa warga Aceh yang mau pulang naik kapal sayur kena tahan. Saya selalu sarankan jangan gunakan agen liar untuk pulang menjelang Ramadhan. Kurang lebih 60 orang warga Aceh kena tahan. Mohon info selanjutnya yang mengetahui kondisi warga Aceh di Port Klang,” kata seorang warga Aceh di Penang, Malaysia.

Secara beranting, informasi itu diterima Serambi via WhatsApp (WA) dari M Adli Abdullah MCL kemarin sore. Adli yang Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala itu memang sedang berada di Malaysia.

“Saya di Kuantan, Pahang, jadi salah satu narasumber dalam Seminar Historiografi Melayu, kemudian saya ke Johor ikut Conference on Local Knowledge. Mudah-mudahan ada masa saya tulis citizen reporter untuk Serambi. Insya Allah,” demikian pesan Adli via WA.

Saat dihubungi Serambi tadi malam untuk maksud konfirmasi lebih lanjut, handphone Adli sudah tidak aktif atau berada di luar jangkauan. Warga Aceh yang sudah puluhan tahun menetap di Malaysia, Drs H Syahrul bin Abdurrahim juga dihubungi Serambi. Namun, handphone Syahrul juga sedang tak aktif tadi malam. WA yang terkirim belum pula dia baca, apalagi jawab.

Sumber Serambi lainnya di Penang menyebutkan, para warga Aceh yang merantau ke Malaysia itu pulang melalui “jalur belakang”, karena birokrasi yang sulit di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malaysia, sehingga mereka menggunakan agen liar untuk pulang menjelang Ramadhan. Padahal, sering kali terjadi musibah di jalur ini, seperti terjadi tahun lalu. “Duh, pedihnya hidup di perantauan,” tulis seorang warga Aceh di Malaysia yang menyebut dirinya seseorang di Sagoe Penang.

Sejauh ini belum didapat konfirmasi dari sumber-sumber resmi tentang adanya sekitar 60 warga Aceh yang kini ditahan pihak Imigrasi Malaysia di Port Klang, Selangor. Juga belum diperoleh nama kapal pengangkut penumpang ke Aceh itu maupun nama-nama warga Aceh yang dikabarkan ditahan tersebut.

Kepastian tentang isu penahanan puluhan warga Aceh itu akan menjadi prioritas Serambi dalam liputan esok hari. (dik) (uri/omario/alah/RF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id