Kasus Juragan ke Pengadilan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kasus Juragan ke Pengadilan

Kasus Juragan ke Pengadilan
Foto Kasus Juragan ke Pengadilan

* Dugaan Serobot Kebun Sawit Warga

SUKA MAKMUE-Kejaksaan Negeri Nagan Raya, Rabu (3/5), melimpahkan kasus dugaan penyerobotan dan perusakan lahan perkebunan sawit milik 35 orang warga yang berada di kawasan Pulo Ie, Kecamatan Kuala, ke Pengadilan Negeri (PN) Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. Terdakwa dalam kasus ini adalah Samsuardi alias Juragan yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRK Nagan Raya. Kasus ini terjadi pada tahun 2012 yang lalu.

Sedangkan Juragan yang dikonfirmasi Serambi, Rabu siang, mengatakan, dirinya tidak bersalah. Apalagi kasus dugaan penyerobotan dan perusakan lahan milik sejumlah warga di Pulo Ie ini telah memiliki putusan hukum tetap (incrach) dari Mahkamah Agung.

Data yang diperoleh Serambi dari Kasi Pidum Kejari Nagan Raya Oki Winarta SH yang didampingi Kasi Intel Dedi Mariadi SH serta jaksa fungsional Ridwan SH menyebutkan, pelimpahan perkara ke PN Meulaboh itu setelah penuntut umum di Kejari merampungkan isi dakwaan perkara yang sebelumnya telah diterima pelimpahannya dari Kejati Aceh. “Hari ini (kemarin) ada dua perkara yang kita limpahkan atas nama Samsuardi alias Juragan,” kata Oki Winarta.

Menurutnya, perkara pertama yang dilimpahkan tersebut yakni kasus dugaan penyerobotan lahan perkebunan sawit milik 34 warga dengan luas lahan 70 hektare, berlokasi di kawasan di Pulo Ie, Kecamatan Kuala, Nagan Raya.

Perkara yang kedua, tambah Oki Winarta, kasus dugaan perusakan lahan aneka tanaman milik Hermalinda seluas 2,6 hektare atau 26.450 meter persegi, yang terjadi pada tahun 2012 lalu juga berada di kawasan Pulo Ie, Kecamatan Kuala.

Dalam dua perkara ini, jaksa membidik Juragan dengan sangkaan Pasal 170 ayat (1), pasal 406 ayat (1) jo 55 ayat (1) ke (1), pasal 385 ke 1 KUHAP dengan ancaman kurungan penjara selama 7 tahun kurungan.

Dalam perkara kedua ini, terdakwa Juragan diduga kuat sengaja merusak aneka tanaman milik korban Hermalinda, lalu kemudian menggantinya dengan tanaman sawit milik terdakwa tanpa seizin pemilik tanah. “Total pohon sawit yang dirusak terdakwa sebanyak 4.075 batang, dengan kerugian sebesar Rp 1,3 miliar,” kata Oki Winarta.

Menurutnya, perusakan dan penyerobotan lahan milik warga ini dilakukan terdakwa Juragan dengan cara menyewa alat berat, lalu kemudian dengan sengaja merusak tanaman di atas tanah warga. Warga yang tak terima atas tindakan pelaku kemudian melaporkan kasus ini ke aparat penegak hukum.

Kasi Pidum Oki Winarta juga menjelaskan, seluruh pemilik tanah yang merupakan korban dugaan penyerobotan dan perusakan lahan oleh Samsuardi alias Juragan ini, memiliki bukti yang sah yaitu berupa sertifikat hak milik (SHM) yang diterbitkan oleh Badan Pertanahan Kabupaten Nagan Raya (BPN).

Menurutnya, dengan telah dilimpahkannya dua perkara tersebut ke Pengadilan Negeri Meulaboh, Aceh Barat, jaksa berharap kasus ini dapat segera disidangkan sesuai dengan aturan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.(edi) (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id