Rundeng-Longkip Tergenang Banjir | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Rundeng-Longkip Tergenang Banjir

Rundeng-Longkip Tergenang Banjir
Foto Rundeng-Longkip Tergenang Banjir

SUBULUSSALAM-Sejumlah desa di kawasan Kecamatan Rundeng dan Longkib, Kota Subulussalam hingga kini masih tergenang banjir akibat meluapnya Sungai Souraya setelah diguyur hujan deras. “Masih banjir, jalan belum bisa dilewati,” kata Saimi Sinaga, salah seorang guru kepada Serambi, Selasa (2/5).

Saimi yang juga Kepala Sekolah Dasar Negeri Longkib mengatakan, ketinggian banjir yang merendam badan jalan di sana mencapai 80 centimeter, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan baik roda dua maupun empat, kecuali berbodi besar. Akibat genangan banjir ini, puluhan ton tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani di sana terancam membusuk.

Dikatakan, selain hasil pertanian masyarakat setempat, akses jalan yang masih berupa tanah kuning juga terganggu. “Guru dan bidan desa harus menerobos genangan banjir dengan jalan kaki, karena tidak ada akses lain,” kata Saimi.

Menurut Saimi, jalan yang kerap terendam banjir merupakan satu-satunya jalur darat Longkib menuju Kota Subulussalam maupun ibu kota kecamatan setempat. Jalan ini berada di kawasan PT Budi Daya Abadi (BDA) dan masih berupa tanah kuning, sehingga selain banjir juga becek di saat musim penghujan.

Anak sekolah, menurut Saimi, juga kerap terjebak banjir, sehingga harus bermalam di ruma warga, karena tidak dapat pulang ke rumah. Saimi pun berharap agar banjir yang kerap merendam badan jalan di sana dapat diatasi pemerintah dengan membangun parit besar.

Jika ini dibiarkan, maka bukan hanya menyulitkan pelayanan kesehatan dan pendidikan, tetapi juga menghambat laju ekonomi masyarakat.”Bayangkan hasil pertanian masyarakat berupa TBS kelapa sait sering membusuk,” ujar Saimi.

Selain di Longkib, banjir juga masih menggenangi desa di Kecamatan Rundeng. Jalur Rundeng menuju Desa Tualang yang melewati beberapa desa lainnya terendam air hingga sekarang. Menrut warga, banjir telah lama menggenangi kawasan itu akibat hujan yang tidak menentu terus mengguyur. “Sepeda motor pun susah lewatnya, karena cuaca terus diguyur hujan,” kata Bahrin, kepada Serambi.(lid) (uri/inaldy/eryance/RG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id