Bandum Tatem, yang Bek Karu-karu | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Bandum Tatem, yang Bek Karu-karu

Bandum Tatem, yang Bek Karu-karu
Foto Bandum Tatem, yang Bek Karu-karu

SEMPAT mencuat isu, ke depan PNA akan mengajak mantan tuha peut Partai Aceh, Zaini Abdullah dan Zakaria Saman untuk bergabung ke dalam partai besutan Irwandi Yusuf tersebut. Namun dalam konferensi pers, kemarin, Irwandi mengatakan hanya Zaini Abdullah yang baru diajak, sedangkan Apa Karya belum.

Jika kemudian Zaini Abdullah atau Apa karya benar bergabung dengan PNA, tentunya ini akan menjadi sesuatu yang spektakuler, mengingat kedua tokoh ini sempat berseberangan dengan Irwandi Yusuf saat keduanya masih dalam struktur Partai Aceh.

“Kalau Abu Doto sudah diajak oleh Muksalamina, tapi kalau Apa Karya belum. Apa ada kita undang untuk menghadiri kongres tapi beliau sakit, kita mengajak semua orang,” kata Irwandi Yusuf dalam konferensi pers usai penutupan Kongres I PNA di Amel Convention Hall, Banda Aceh, kemarin.

Tadi malam, Serambi menghubungi Apa Karya menanyakan apakah dirinya bersedia atau tidak jika ke depan PNA mengajak dirinya untuk bergabung. Apa Karya mengatakan, secara pribadi dirinya mengaku siap bergabung meski hanya menjadi anggota kehormatan atau pun penasehat.

“Loen bandum loen tem, Apa Karya bandum geutem, yang bek karu-karu. Meunyoe kadijok bajee kon tasok, bandum bajee tasok. (Saya semua mau, Apa Karya semua mau, yang penting jangan ribut-ribut. Kalau sudah dikasih baju ya kita pakai, semua baju kita pakai),” kata Apa Karya.

Sambil tertawa lebar, Apa Karya mengaku siap bergabung asalkan tidak diminta jadi ketua. Sesuai dengan umurnya, justru ia bersedia jika dimintai jadi penasehat. “Nyang bek ketua, tanyoe ureung tuha kon tameuget-get ngon aneuk miet nyan. Meunyoe penasehat, adak sireutoh boh peunasehat tatem hai (Yang jangan ketua, kita orang tua bebaik-baik dengan mereka. Kalau penasehat, 100 penasehat pun kita mau),” sebut Apa Karya.

Dimintai pandangannya tentang langkah PNA ke depan, Apa Karya berharap semua partai lokal, termasuk PNA sukses dan benar-benar bekerja untuk masyarakat Aceh. Terkait PNA, ia sendiri belum bisa memastikan, yang jelas ada banyak hal yang harus dilakukan PNA untuk mencapai tujuan politik yang lebih gemilang.

“Hana tatu’oh lom, yang jeulaih lagee tapula kayee lam musem khueng, disiram bacut-bacut, aleh hudep aleh han, nyan takalon eunteuk. (Belum tahu kita, yang jelas seperti kita tanam kayu saat musim kemarau, disiram pelan-pelan, entah hidup entah nggak),” pungkas Apa Karya.

Sementata itu, Irwandi Yusuf dalam konferensi pers, kemarin mengatakan, PNA adalah partai terbuka untuk siapa saja, semua yang ingin bergabung ke PNA dipersilakan. Begitupun dengan anggota atau kader yang telah hengkang dari PNA beberapa waktu lalu, PNA siap menerimanya kembali asalkan memenuhi syarat dan kriteria.

“Kami menunggu kesediaan masing-masing mereka, inisiatif mereka sendiri, kalau bersedia dan memenuhi syarat ya silakan. PNA terbuka, siapapun boleh mendaftar, siapapun boleh jadi caleg,” sebut Irwandi.

Isu tentang PNA akan mengajak Zaini Abdullah selaku petinggi GAM untuk bergabung dengan PNA memang benar, namun katanya faktualnya nanti saja dilihat jika Zaini Abdullah mengatakan siap bergabung atau mengatakan tidak bergabung.

Saat pembukaan kongres, Zaini juga sempat dipakaikan jaket PNA oleh Muksalmina di depan para pengurus dan kader yang hadir.

“Abu (Doto) kalau mungkin di dewan pakar, penasehat, itu kalau Abu bersedia. Di mana lagi saya tempatkan kalau bukan di penasehat, dia kan orang tua yang bisa menasehati kita yang muda ini. Apa Karya belum tahu, tapi di situ juga lah posisinya, yang jelas bukan ketua umum,” demikian Irwandi Yusuf. (dan) (uri/syrafi/orat/AG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id