Oknum Satlantas Jadi Tersangka | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Oknum Satlantas Jadi Tersangka

Oknum Satlantas Jadi Tersangka
Foto Oknum Satlantas Jadi Tersangka

* Kasus Pemukulan Sopir Labi-labi

BLANGPIDIE – Penyidik Reskrim Polres Aceh Barat Daya (Abdya) menetapkan RZ (39), oknum Polantas Abdya sebagai tersangka dalam kasus pemukulan terhadap Murhazli, warga Desa Alue Pisang, Kecamatan Kuala Batee di salah warung kopi atau sekitar pangkalan terminal labi-labi trayek Blang Pidie-Babahrot, Selasa (18/4) lalu.

Informasi yang diterima Serambi, penyidik Reskrim Polres Abdya juga telah melayangkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Kejari Abdya pada 28 April lalu dengan nomor: SPDP/10/IV/2017 yang ditandatangani Kasat Reskrim AKP Misyanto M SE atas nama Kapolres Abdya. RZ dijerat dengan Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan. Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Abdya, Miswar SH selaku kuasa hukum Murhazli mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan penyidik dengan menetapkan tersangka kepada pelaku.

“Ini sebuah langkah yang baik dilakukan oleh penyidik dalam menegakkan hukum dan keadilan,” kata ketua YARA Abdya Miswar SH kepada Serambi kemarin. Menurut Miswar penetapan pelaku sebagai tersangka dinilai bisa menjadi contoh bagi kasus lain sehingga penegakan hukum dapat berjalan semestinya. “Karena kita negara hukum, yang salah siapapun dia, harus diberikan sanksi,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus pemukulan terhadap Murhazli oleh pelaku diduga buntut dari cekcok antara Murhazli dengan abang RZ pada Senin (17/4) atau satu hari sebelum kejadian. Kedua sopir angkot beda trayek tersebut terjadi selisih paham soal penumpang. Mereka sempat adu jotos, namun kasus tersebut selesai dan berakhir damai.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penganiayaan, kemarin Murhazli juga melaporkan Brigadir RZ ke Propam Polda Aceh terkait pelanggaran kode etik. Laporan itu diterima Bripka Ridwansyah Mizan SH dengan nomor laporan STPL/35/V/2017/Yanduan tertanggal 2 Mei 2017. “Laporan ini kita sampaikan terkait dengan pelanggaran disiplin dan kode etik profesi Polri,” kata Kuasa Hukum Murhazli, Miswar kepada Serambi seusai membuat laporan.

Miswar meminta kepada Kapolda Aceh agar laporan tersebut diproses secepatnya karena pelaku sudah melakukan perbuatan yang melanggar kode etik profesi Polri. Miswar menjelaskan, perbuatan Brigadir RZ telah melanggar Pasal 4 huruf (f), Pasal 5 huruf (a) dan 6 huruf (q) PP RI No 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri dan tidak menjalankan tugas secara professional, proporsional dan prosedural sebagaimana dimaksud Pasal 7 ayat (1) huruf (c) Peraturan Kapolri No 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri.

“YARA meminta Kapolda agar pelaku dicopot dari jabatannya karena dengan prilaku buruknya telah merusak citra kesatuan Polri dan telah meresahkan masyarakat Abdya,” ujarnya. Sementara Murhazli menduga pangkal masalah hingga ia dipukul karena tidak membayar uang setoran labi-labi (pungutan liar) kepada pelaku selama dua bulan dengan setoran per bulan Rp 35 ribu, bukan karena cekcok dengan abangnya RZ.(mas) (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id