PNA Bahas Perubahan Nama | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

PNA Bahas Perubahan Nama

PNA Bahas Perubahan Nama
Foto PNA Bahas Perubahan Nama

* Tiga Nama Mencuat dalam Kongres

BANDA ACEH – Partai Nasional Aceh (PNA) menggelar kongres perdana mereka bertempat di gedung Amel Convention Hall, Banda Aceh, Senin (1/5). Kongres yang akan berlangung dua hari dan dibuka oleh Gubernur Aceh Zaini Abdullah itu membahas beberapa hal strategis partai, di antaranya perubahan nama, lambang, dan struktural partai.

Kongres kemarin dihadiri oleh Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PNA Irwandi Yusuf, Ketua Umum DPP PNA Irwansyah alias Mukhsalmina, para pengurus DPP, 23 pengurus wilayah (DPW) dan sedikitnya 284 pengurus kecamatan (DPK) dari seluruh Aceh. Selain itu, para pimpinan partai politik baik nasional maupun lokal juga turut menghadiri kongres tersebut.

Usai pembukaan acara, para pengurus dan kader PNA ban sigom Aceh langsung mengawali kegiatan kongres mereka secara tertutup. Informasi yang dihimpun Serambi sekira pukul 19.30 WIB, kongres berlangsung lancar dan sedikit alot untuk pembahasan perubahan AD/ART partai. Mereka membahas perubahan nama, lambang, dan struktural partai.

Untuk diketahui, perubahan itu harus dilakukan PNA, karena pada Pileg 2014 partai tersebut tidak berhasil memperoleh suara maksimal yang dipersyaratkan oleh aturan ambang batas pemilu (electoral threshold). Hal itu membuat PNA tidak bisa lagi bertarung pada pileg mendatang, kecuali dengan nama, lambang, dan struktural yang baru.

Sekretaris Jenderal DPP PNA Miswar Fuady kepada Serambi mengatakan, dalam kongres kemarin, ada tiga nama baru yang mencuat. Ia mengatakan, semua pengurus dan kader sepakat untuk tetap mempertahankan singkatan tiga huruf P, N, dan A, hanya kepanjangan nama dari huruf tersebut yang diubah. “Hasil final dalam kongres, ada tiga nama yang kita sepakati dan selesai kongres ketiga nama itu akan kita konsultasikan ke Kemenkumham,” sebut Miswar.

Adapun ketiga nama yang disepakati, yakni partai nanggroe Aceh, partai negeriku Aceh, dan partai negeri Aceh. Dari ketiga nama itu, kata Miswar, partai nanggroe Aceh menjadi prioritas utama, namun pihaknya akan terlebih dulu berkonsultasi dengan Kemenkumham. “Sekiranya Partai Nanggroe Aceh itu dibolehkan oleh Kemenkumham, maka itu prioritas utama. Kekhawatiran kita, karena itu ada bahasa daerahnya, tapi kata nanggroe selama ini sudah ada dalam perundang-undangan seperti Nanggroe Aceh Darussalam atau Wali Nanggroe,” kata Miswar.

Sebelumnya, dalam pembukaan kongres, Ketua Umum PNA Irwansyah atau Muksalmina mengatakan, kongres itu digelar sebagai upaya PNA untuk berbenah. Dia juga berterima kasih kepada seluruh masyarakat Aceh yang telah mempercayakan PNA dalam memenangkan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah pada Pilgub 2017. “Ini amanah rakyat. Sekarang rakyat mau melihat apakah kita mampu memikul atau tidak, makanya diberikan amanah ini kepada kita,” pungkasnya.

Selain nama, PNA juga harus mengubah lambang dan strutural partai jika ingin kembali berkompetisi pada pileg mendatang. Untuk lambang, para petinggi dan segenap pengurus serta kader partai ini sepakat membubuhkan gambar bulan bintang di tengah-tengah dan mengarah ke sudut kanan atas (diagonal).

“Kita sepakat gambar bulan bintangnya diarahkan ke sudut kanan atas, agar tidak sama. Ini sudah disetujui, dan di bawah gambar bulan bintang ada tulisan PNA dengan huruf kapital berwarna putih. Untuk warna dasar, kita tetap mempertahankan warna orange, jadi logo baru itu dibalut dengan warna orange,” sebut Miswar Fuady.

Sementara untuk struktur, lanjutnya, majelis pertimbangan partai yang selama ini disingkat dengan MPP diganti dengan majelis tinggi partai atau disingkat dengan MTP. Di bawah itu kemudian ada dewan penasehat pusat, komisi pengawas partai, mahkamah partai, dan langsung ke dewan pimpinan pusat (DPP).

Hingga berita ini diturunkan tadi malam, para pengurus PNA masih melanjutkan kongres di gedung Amel Convention Hall, Banda Aceh. Tadi malam, kongres masih membahas seputar perubahan AD/ART, sedangkan untuk hari ini akan memilih ketua umum yang baru. Ditanya siapa-siapa saja yang mencuat untuk maju menjadi ketua, Miswar mengatakan, sudah mengarah kepada satu nama. “Sudah menguat ke satu nama, yaitu Irwandi Yusuf,” pungkas Miswar Fuady. (dan) (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id