YARA Advokasi KUR Gagal | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

YARA Advokasi KUR Gagal

YARA Advokasi KUR Gagal
Foto YARA Advokasi KUR Gagal

* Penerima Manfaat Merasa Dirugikan

CALANG – Yayasan Advokasi Rakyat (YARA) perwakilan Aceh Jaya dan Aceh Barat mengadvokasi kasus gagalnya program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor perkebunan kelapa sawit di Desa Tanoh Manyang, Kecamatan Teunom, Aceh Jaya. Hal itu dilakukan menyusul banyak warga yang merasa dirugikan dari program KUR yang digagas pemerintah setempat bekerja sama dengan Bank BNI Meulaboh.

Program tersebut juga membuat warga yang terlibat KUR terjerat utang di bank yang mencapai ratusan juta rupiah per orang. Sementara pihak perusahaan PT Beutari Tamita sebagai pelaksana program diduga baru melaksanakan penanaman kelapa sawit sekitar 90 hektare dari jumlah keseluruhan 542 hektare pada tahun 2011. Sedangkan anggaran yang dukucurkan untuk program tersebut senilai Rp 34 miliar, sebanyak 70 persen telah dicairkan. “Gagalnya program KUR tersebut telah menyisakan pil pahit bagi warga penerima manfaat, lantaran menyisakan utang di bank.

Sedangkan azas manfaat belum mereka terima sehingga sebagian warga yang hendak mengambil kredit ke bank tidak dibolehkan karena masih dianggap berutang dengan bank, padahal mereka tidak tahu persoalan pinjaman tersebut,” ujar Hamdani, ketua YARA Perwakilan Aceh Jaya dan Aceh Barat kepada Serambi, Senin (1/5). Hamdani menambahkan, pihaknya akan mengadvokasi kasus tersebut untuk melengkapi berkas. Apabila telah memenuhi unsur, tidak menutup kemungkinan kasus itu akan tempuh melalui jalur hukum.

Menurutnya besar dugaan program KUR tersebut juga diterima oleh sejumlah pejabat sebagai pemegang sertifikat tanah melalui program nasional (Prona) yang dibuat Badan Pertanahan Negara (BPN) Aceh Jaya dengan kedudukan tanah atau lahan di Desa Tanoh Manyang. Ia menambahkan, PT Beutari Kaom Tamita selaku bapak angkat yang ditunjuk Pemerintah Aceh Jaya dan dipercayakan Bank BNI Meulaboh dinilai gagal dalam melaksanakan pengelolaan program KUR sektor perkebunan penanaman kelapa sawit di atas lahan seluas 542 hektare yang kini telah ditelantarkan.

“Kegagalan dari pihak perusahaan tersebut sangat kita sayangkan, sebab informasi yang kita terima bahwa dari jumlah dana yang dikucurkan oleh pihak bank senilai Rp 34 miliar, 75 persen dari dana tersebut telah dicairkan untuk pengelola lahan sawit seluas 542 hektare, akan tetapi tak berjalan sebagaimana yang diharapkan,” kata Hamdani.

Ketua YARA Perwakilan Aceh Jaya dan Aceh Barat Hamdani kepada Serambi juga menyebutkan dari 542 Ha luas lahan sawit, hanya 90 hektare yang telah ditanam, selebih telantar. “Seharusnya, masyarakat telah menerima persentase dari hasil program KUR tersebut, karena telah melebihi lima tahun sebagaimana perjanjian, namun saat ini malah masyarakat yang dirugikan karena dianggap telah berutang,” jelas Hamdani.(c45) (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id