Penjambret Dijemput Polisi di RSUZA | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Penjambret Dijemput Polisi di RSUZA

Penjambret Dijemput Polisi di RSUZA
Foto Penjambret Dijemput Polisi di RSUZA

* Setelah Enam Bulan Buron

BANDA ACEH – Setelah diburu enam bulan, RS (21), pemuda Kota Baru Lampriek, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, yang menjambret tas milik Novi (35) ibu rumah tangga, warga Peunayong pada 20 November 2016 lalu, Rabu (19/4) dijempuut polisi di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh. RS telah dirawat beberapa hari di rumah sakit itu karena penyakit lambungnya kambuh.

Aksi jambret yang dilakukan RS itu terjadi di Jalan Syiah Kuala, Banda Aceh, saat korban Novi bersama anaknya datang dari arah Jalan Pocut Baren menuju Jambo Tape.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin SH menjelaskan, pelaku diamankan dari RSUZA, Banda Aceh, Rabu (19/4), setelah diperoleh informasi tersangka sedang dirawat di RSUDZA, karena sakit lambung yang dideritanya.

“Keterangan dokter, tersangka telah diperbolehkan pulang, sehingga RS langsung dibawa ke Polsek Kuta Alam untuk dimintai keterangannya. Tersangka mengakui perbuatannya. Bahkan dalam satu hari itu ada dua TKP dia menjambret,” kata Kombes Pol T Saladin, kepada wartawan, Sabtu (29/4).

Kedua Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang berada di Kecamatan Kuta Alam itu, kata Syukrif, pertama di Jalan Syiah Kuala, dekat MAN Model, sekitar pukul 11.00 WIB. Lalu lokasi kedua di Jalan Politeknik Aceh, Gampong Beurawe, sekitar pukul 16.00 WIB.

Tapi, dari dua TKP itu, polisi hanya menemukan satu barang bukti (BB) hasil jambret yang dilakukan tersangka dari Jalan Syiah Kuala, yang menimpa Novi.

Sementara BB jambret di Jalan Politeknik Aceh, Beurawe, menurut tersangka telah dibuang. “BB yang kami amankan itu, yakni satu unit Hp merek Oppo milik Novi yang dijembret di Jalan Syiah Kuala. Selama ini Hp curian itu digunakan pelaku sebagai alat komunikasinya,” sebut Kapolsek Kuta Alam AKP Syukrif.

Namun, lanjutnya dibalik temuan satu Hp milik Novi itu, pihaknya juga menemukan empat unit Hp lainnya hasil kejahatan sama, setelah polisi melakukan pengembangan. Namun, keempat Hp itu tidak ada laporan polisinya, kata Syukrif.

Menurut Kapolsek Kuta Alam ini, kaum yang paling rentan dan menjadi sasaran penjambret adalah wanita. Pasalnya, mayoritas kaum ibu ini kurang hat-hati dalam mengamankan barang bawaannya selama dalam perjalanan. 

“Umumnya korban jambret itu wanita. Sebab, ibu-ibu lalai dalam mengamankan barang bawaan ataupun barang berharga saat mengendarai sepmor. Bahkan ada wanita yang meletakkan Hp di bagasi bagian depan sepmor jenis matic,” AKP Syukrif.(mir) (uri/itri/elmeizar/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id