Makan Daging Harimau, Penduduk Kampung Ini Akan Diproses Hukum | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Makan Daging Harimau, Penduduk Kampung Ini Akan Diproses Hukum

Foto Makan Daging Harimau, Penduduk Kampung Ini Akan Diproses Hukum

aceh.Uri.co.id, MEDAN – Seekor harimau betina yang terperangkap dalam jeratan hama di Tapanuli Utara (Taput), Sumut dibunuh dan dagingnya dibagikan untuk dimakan warga. Tindakan ini dinyatakan melanggar hukum, dan proses penyidikan akan segera dilakukan.

Kasi Perlindungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumut, Joko Iswanto mengatakan pembunuhan harimau sumatra ini terjadi Senin (7/3) lalu di Desa Silantomtong, Pangaribuan, Taput.

Hewan buas ini menurutnya tidak sengaja tertangkap, karena jebakan yang dibuat warga di wilayah itu untuk menangkap babi.

Meski salah sasaran, warga tetap memilih tidak melepaskan harimau itu. Justru mereka membunuhnya dan membagikan daging hewan karnivora itu kepada seluruh penduduk desa.

“Harimau masuk daftar satwa langka yang dilindungi. Jadi membunuhnya sama saja melanggar hukum,” kata Joko, Kamis (10/3/2016).

Padahal kata dia, saat itu petugas BKSDA di Taput sudah melarang warga membunuh harimau itu. Petugas juga coba bernegosiasi dengan menawarkan mengganti harimau itu dengan binatang lain. Namun tawaran ditolak, sehingga harimau tersebut tetap dibunuh dan dicincang menjadi beberapa bagian kecil untuk disantap seluruh penduduk kampung.

Joko menjelaskan mereka telah mengerahkan tim ke lokasi kejadian untuk menyelidiki kasus itu. Saat ini tim tersebut telah kembali ke Medan dengan membawa sejumlah barang bukti, termasuk 50 nama warga yang diduga terlibat pembagian daging harimau.

“Seluruh warga yang namanya terdata akan kita panggil. Pejabat desa dan tokoh adat termasuk pihak yang akan dimintai keterangan,” tandasnya. (mad) (uri/syrafi/orat/AG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id