Jalan Amblas di Suka Makmur | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Jalan Amblas di Suka Makmur

Jalan Amblas di Suka Makmur
Foto Jalan Amblas di Suka Makmur

* Transportasi Sempat Putus Total

KUTACANE – Badan jalan nasional di Suka Makmur, Kecamatan Semadam, Aceh Tenggara menghubungkan ke perbatasan Tanah Karo, Sumatera Utara amblas sepanjang 40 meter lebih pada Kamis (28/4) malam. Arus transportasi sempat terputus total, tetapi seusai alat berat dikerahkan, jalur tersebut kembali dapat dilalui kendaraan.

Badan jalan dengan lebar 10 meter, kini hanya tersisa sekitar 2 meter lebih, sehingga kendaraan dari dua arah harus antre melintas. Badan jalan juga sempat tertimbun material banjir akibat hujan deras yang kembali turun sepanjang Kamis malam, tetapi telah dibersihkan dengan alat berat dan loader.

Sedangkan di Desa Kuta Langlang, Kecamatan Bambel, puluhan hektare area jagung dan padi terendam banjir. Dandim 0108 Agara, Letkol Kav Joni Hariadi didampingi Danpos Ramil Semadam, Peltu Zainal Abidin dan Pasi Ops Lettu R Batubara yang sempat meninjau lokasi jalan amblas menyatakan bebatuan bawaan banjir kembali turun ke badan jalan seusai digerus air hujan.

“Arus transportasi di Suka Makmur sempat lumpuh total, namun, setelah alat berat dikerahkan pada Jumat (28/4) pagi, kembali lancar,” ujar Joni Hariadi. Dia menyatakan panjang jalan nasional yang amblas mencapai 40 meter lebih, sehingga harus ada penanganan serius dari pihak terkait.

Sementara itu, korban banjir bandang di Suka Makmur, Kecamatan Semadam dan Lawe Sigala-gala, Aceh Tenggara mulai membutuhkan masker, untuk menghindari terpaan debu dari jalan. Kepala Desa Suka Makmur, Samiran, kepada Serambi, Jumat (28/4) mengatakan debu masih bertebaran akibat badan Jalan nasional tertimbun lumpur, tetapi sudah mengering.

Dia berharap Dinas Kesehatan Aceh Tenggara dapat memberikan masker, apalagi sebagian korban banjir sudah terserang penyakit ISPA karena terhirup debu dari jalanan. Dikatakan, masa tanggap darurat 14 hari sudah berakhir, tetapi Dinkes Agara harus tetap memperhatikan kesehatan korban banjir.

“Sebagian warga terserang ISPA, tetapi pelayanan kesehatan belum optimal,” kata Samiran. Hal senada juga diutarakan Gabe Martua Tambunan dan Eka, yang juga korban banjir bandang di Lawe Sigala-gala. Menurut mereka, warga di daerahnya membutuhkan masker dan pelayanan kesehatan, karena mulai terserang penyakit gatal-gatal, batuk, demam dan lainnya sejak pekan lalu.

Dilansir sebelumnya, material bawaan banjir bandang yang menerjang sejumlah desa di Kecamatan Lawe Sigala-gala dan Semadan, Aceh Tenggara (Agara) masih berserakan. Penanganan menanggulangan banjir dinilai masih lamban, terutama untuk membersihkan lumpur dan bebatuan dari rumah, jalan dan hal lainnya.

Dilaporkan, bebatuan dan kayu gelondongan dari kawasan perbukitan yang ditebang untuk area pertanian atau perkebunan belum juga dibersihkan. Anggota DPRK Aceh Tenggara, Hasudungan alias Timbul Ganda, Kamis (13/4) mengaku kecewa dengan kinerja BPBD Agara yang lamban menangani para korban banjir yang terjadi pada Selasa (11/4) sore.

“Banjir sudah beberapa hari, tetapi kayu gelondongan, bebatuan dan lumpur masih berserakan di rumah, jalan nasional dan juga saluran parit,” ujarnya. Dia berharap, pihak terkait harus segera membersihkan material banjir, karena bisa menimbulkan penyakit.(as) (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id