Pasar Baru Lambaro tak Ada Air, Sejumlah Pedagang Mengeluh | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pasar Baru Lambaro tak Ada Air, Sejumlah Pedagang Mengeluh

Pasar Baru Lambaro tak Ada Air, Sejumlah Pedagang Mengeluh
Foto Pasar Baru Lambaro tak Ada Air, Sejumlah Pedagang Mengeluh

URI.co.id, BANDA ACEH – Sejumlah pedagang yang sudah mulai berjualan di gedung baru Pasar Rakyat Lambaro mengaku kesulitan ar.

Kamar mandi belum bisa difungsikan karena ketiadaan air, ditambah lagi tidak adanya mushalla sehingga pedagang harus shalat di masjid terdekat.

Hal itu disampaikan Novi, pedagang pakaian muslimah di lantai I Pasar Lambaro, Sabtu (29/4/2017) saat ditanyai kendala yang dialaminya selama hampir satu bulan berjualan.

Menurutnya, air menjadi masalah serius bagi pedagang yang mau buang air atau berwudhu.

“Setahu saya dalam sebulan terakhir, air cuma mengalir sekali pada malam hari,” ungkapnya.

Padahal lanjut dia, fasilitas kamar mandi pasar sangat baik tapi tidak terawat. Selain itu tidak adanya mushalla menyebabkan pedagang kesulitan menunaikan ibadah shalat.

“Kami harus ke kompleks Masjid Lambaro untuk shalat atau buang air. Karena fasilitas itu tidak ada di sini,” jelas Novi, yang mulai berjualan pakaian sejak tahun 2015 via online.

Hal serupa juga diakui Isa, pemilik butik mini di lantai II pasar tersebut. Menurutnya masalah fasilitas yang belum layak bisa jadi penyebab belum ramainya pedagang di pasar itu.

Bahkan Isa yang sudah selesai mendekor interior tokonya, belum berani memasukkan dagangannya dengan alasan belum ramai dan faktor keamanan.

“Selain masalah air dan kebersihan, di lantai II juga tidak ada kipas angin. Jadi konsumen malas ke atas karena hawanya panas,” kata dia.

Isa juga berharap seluruh pedagang yang telah mengantongi kunci toko agar segera berjualan, sebab faktor kelengkapan toko juga mempengaruhi antusiasme pengunjung.

Amatan URI.co.id di lokasi, Sabtu (29/4/2017) sekitar pukul 13.00 WIB, sejumlah fasilitas pasar masih belum berfungsi di antaranya kamar mandi, lift barang, hingga lantai III yang masih berupa hamparan kosong.

Kondisi kamar mandi kotor dan berbau tidak sedap, serta keran-keran tidak mengeluarkan air.

Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Aceh Besar, Taufiq SH kepada URI.co.idmengatakan, pasar itu sudah dilengkapi dengan fasilitas air bersih lewat sambungan PDAM.

Namun jika terjadi gangguan, kemungkinan besar akibat pompa yang tidak hidup. “Kami akan cek pompanya, mungkin karena tidak dihidupkan,” kata dia.

Selain itu lanjutnya, pihaknya juga tidak menyediakan mushalla di dalam pasar, karena pedagang dan pengunjung dapat mengakses masjid yang berdekatan dengan pasar baru itu.

Dia juga kembali mengimbau para pedagang yang belum menempati toko di dalam pasar, agar segera masuk dan mulai berjualan.

“Tidak ada tawar-menawar lagi. Apabila sampai 1 Mei 2017 belum juga ada aktifitas, maka tanpa pemberitahuan kios itu akan ditempatkan pedagang baru,” tegasnya. (uri/ilviana/ebriyani/SF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id