Ketua Komisi Dikocok Ulang | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Ketua Komisi Dikocok Ulang

Ketua Komisi Dikocok Ulang
Foto Ketua Komisi Dikocok Ulang

PROSES pemilihan dan penetapan alat kelengkapan dewan lainnya di DPRA yaitu ketua, wakil ketua, dan sekretaris komisi dijadwalkan berlangsung pekan depan. Sekarang, menurut Sekretaris DPRA, Hamid Zein baru diumumkan nama-nama anggota fraksi yang ditempatkan oleh masing-masing pengurus partai di tujuh komisi.

Siapa saja nantinya yang akan duduk di level elite komisi, masih sulit diprediksi. “Kalau dilihat dari keanggotaan fraksi yang ditempatkan di tujuh komisi, banyak terjadi rotasi, sehingga peluang terjadinya pergantian ketua, wakil ketua, dan sekretaris komisi, sangat besar,” kata Hamid Zein.

Untuk kepastiannya, lanjut Hamid Zein, tunggu saja proses pemilihannya pekan depan. Diharapkan, awal bulan depan, semua komisi sudah memilih ketua, wakil ketua, sekretaris maupun bendahara komisi. “Ini sangat penting, supaya kepengurusan komisi yang baru bisa bekerja,” ujar Sekretaris DPRA.

Pimpinan DPRA yang dimintai tanggapannya mengatakan, pihaknya sangat berharap setelah pengesahan perubahan ketua fraksi hendaknya dalam pemilihan ketua, wakil ketua, sekretaris, dan bendahara komisi, alat kelangkapan DPRA yang baru, terutama dalam penyusunan struktur kepengurusan komisi-komisi yang baru, bisa tuntas minggu depan.

Tujuannya, kata Wakil Ketua DPRA, Sulaiman Abda, memasuki minggu kedua bulan depan, Pimpinan DPRA sudah bisa menerbitkan SK kepengurusan komisi yang baru. Sedangkan untuk ketua fraksi, karena orangnya sudah langsung ditunjuk oleh masing-masing pengurus partai, tidak perlu lagi ada pemilihan.

Sejumlah kalangan meramalkan, dalam penyusunan kepengurusan komisi dan alat kelengkapan DPRA yang baru, seperti komisi-komisi, Badan Kehormatan, dan Badan Legislasi, bisa molor. Karena ada beberapa partai yang kandidatnya kalah dalam pilkada akan merebut jabatan ketua pada alat kelengkapan DPRA, sebanyak mungkin.

Perebutan itu dilakukan untuk memperkuat posisi di DPRA. Namun ini akan menjadi hambatan bagi Pemerintah Aceh yang baru. Makanya untuk meminimalisir hambatan dan untuk menggolkan usulan program baru dan strateginya di lembaga DPRA, gubernur terpilih Irwandi Yusuf bersama wakilnya Nova Iriansyah telah mewacanakan partainya yaitu PNA dan Demokrat untuk membentuk koalisi baru yang lebih besar lagi dari yang telah ada.(her) (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id