NasDem: Tak Perlu Koalisi Baru di DPRA | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

NasDem: Tak Perlu Koalisi Baru di DPRA

NasDem: Tak Perlu Koalisi Baru di DPRA
Foto NasDem: Tak Perlu Koalisi Baru di DPRA

BLANGPIDIE – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Aceh, Zaini Djalil SH, menilai, pembentukan koalisi baru di DPRA tidak diperlukan, karena hanya akan menghabiskan energi. Karena itu, ia berharap rencana koalisi baru sebaiknya tidak dibentuk.

Pandangan tersebut disampaikan Zaini kepada wartawan seusai membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Partai NasDem Aceh Barat Daya (Abdya) di Arena Motel, Jumat (28/4).

“Kita berharap, sebaiknya anggota dewan itu profesional saja, karena kalau ada kelompok atau koalisi, habis energi untuk memikirkan kelompok,” katanya didamping Ketua DPD NasDem Abdya, Syamsul Bahri ST.

Zaini menyebutkan, fungsi legislatif itu ada tiga. Salah satunya adalah mengawasi kebijakan pemerintah, dengan harapan anggaran dan program yang diusulkan bermanfaat kepada masyarakat. Ia khawatir, dengan adanya koalisi baru di DPRA, maka akan ada dua kelompok yang saling bertentangan.

“Jika ada koalisi atau dua kelompok, akan terjadi setuju tidak setuju. Makanya kita inginkan DPR profesional. Kalau usulan Gubernur itu bermanfaat untuk masyarakat, ya harus kita dukung, kalau tidak ya tolak,” ucap Zaini Djalil.

Terkait dengan Koalisi Aceh Bermartabat (KAB) yang ada saat ini, Zaini menjelaskan bahwa koalisi tersebut hanya untuk memperkuatkan lembaga legislatif dan alat kelengkapan dewan. Begitupun, dalam perjalannya, NasDem juga pernah menentang dan tidak setuju tentang peminjaman uang luar negeri dan pergantian wakil ketua DPRA dari Partai Golkar, Sulaiman Abda.

“Kita berharap koalisi ini (wacana Irwandi Yusuf) tidak terbentuk. Jika ini tetap terbentuk, maka kita akan lihat substansinya. Yang pasti, anggota DPR dari Nasdem adalah anggota DPR, bukan anggota koalisi,” pungkas Zaini Djalil.

Dalam kesempatan itu, Zaini Djalil juga meminta kepada kader NasDem untuk mendukung seluruh kepala daerah yang terpilih dalam menjalankan visi-misi dan kemajuan dan kesejahteraan rakyatnya.

“Bagi kepala daerah yang ikut diusung oleh Partai NasDem, maka kita harus bertanggung jawab untuk mensejahterakan rakyat. Sedangkan bagi kepala daerah terpilih yang tidak diusung NasDem, kita siap bersama-sama mendukung program-program untuk kesejahteraan rakyat,” demikian Zaini Djalil.

Dalam rakerda kemarin, Ketua DPW NasDem Aceh, Zaini Djalil, juga mengumumkan bergabungnya wakil Bupati Abdya terpilih, Muslizar MT, ke Partai NasDem Abdya. Mantan Wakil Ketua DPRK Abdya 2004-2009 ini dipercayakan sebagai Ketua Dewan Pertimbangan DPD NasDem Abdya.

Seperti diketahui, Muslizar merupakan mantan anggota DPRK Abdya dua periode dari Partai Amanat Nasional (PAN). Hengkangnya Muslizar dari PAN terkait adanya konflik internal tentang pemilihan Ketua DPD PAN Abdya yang tak kunjung usai pada awal 2016.

Zaini Djalil mengucapkan terimakasih atas bergabungnya Muslizar MT menjadi kader NasDem. “Memang niat beliau untuk bergabung sudah lama, namun hari ini (kemarin-red) beliau sah jadi kader NasDem,” kata Zaini yang disambut tepuk tangan puluhan kader NasDem.

Sementara itu, Muslizar MT berjanji akan berkerja keras membesarkan Partai NasDem di Abdya, khususnya dalam menyukseskan pemilihan legislatif 2019. “Insya Allah, kursi (DPRK) NasDem akan bertambah dan saya akan berusaha semaksimal mungkin,” ujar Muslizar MT.

Sementara , Bupati Abdya terpilih, Akmal Ibrahim SH, dalam sambutannya berjanji akan membesarkan sejumlah partai pengusungnya pada Pilkada 2017, termasuk Partai NasDem, untuk meraih kursi pada pemilu legislatif 2019.

Dalam pilkada kemarin, sejumlah kader NasDem merupakan para relawan gampong Akmal-Muslizar (Ragam). “Insya Allah saya siap membantu dan saya pastikan Ragam tidak bubar. Makanya, bagi anggota Ragam yang ingin naik DPR, naik jalur partai pengusung, seperti NasDem, Demokrat, PKB, PNA, PDA dan PKS. Kalau bukan partai itu, kita anggap lawan,” kata Akmal yang disambut gelak tawa pengurus NasDem.

Selain itu, Akmal meminta sejumlah partai politik bisa objektif dan berkomitmen dalam mendukung program pemerintah, sehingga cita-cita mensejahterakan rakyat bisa terwujud. Karena saat dirinya menjabat bupati lalu, banyak tokoh politik yang memprotes, padahal yang dilakukan untuk kesejahteraan rakyat.

“Saya bikin pabrik kelapa sawit, didemo gara-gara perbedaan politik, padahal itu untuk meningkat ekonomi dan lapangan pekerjaan. Semoga seperti ini tidak terulang lagi. Kita pertahankan idealisme politik, untuk perubahan dan mensejahterakan masyarakat,” pintanya.(c50) (uri/inaldy/eryance/RG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id