Giliran Rutan Kajhu Disidak | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Giliran Rutan Kajhu Disidak

Foto Giliran Rutan Kajhu Disidak

* Ditemukan 45 Hp dan 2 Replika AK-47

BANDA ACEH – Setelah Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Banda Aceh diinspeksi mendadak (disidak) Senin (7/3) malam, giliran Rumah Tahanan Negara (Rutan) Banda Aceh di Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, disidak Tim Satuan Tugas Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Satgas Kanwil Kemenkumham) Aceh, Selasa (8/3) malam. Sidak itu melibatkan sekitar 150 petugas di jajaran Kanwil Kemenkumham Aceh, dipimpin langsung Kakanwil Kemenkumham Aceh, Suwandi MH.

Dalam sidak menjelang pukul 21.00 WIB itu petugas menggeledah seluruh kamar tahanan. Ditemukan 45 unit handphone (hp), uang Rp 3,9 juta, ganja lima linting, bong, pisau, bendera GAM (Bintang Bulan), hingga dua replika senjata AK-47. Di ujung senjata replika itu malah sudah diikatkan bendera GAM yang didapat dari kamar seorang tahanan.

Replika AK-47 itu dibuat seorang tahanan dari lembaran tempat dudukan telur ayam dan kertas koran yang ia padatkan. Kemudian dia cat, sehingga menyerupai popor kayu dan mirip AK-47 benaran.

Amatan Serambi, awalnya petugas menggeledah dua blok tahanan umum. Disusul dengan penggeledahan blok tahanan tindak pidana korupsi (tipikor) dan ruang isolasi khusus yang ditempati terpidana kasus kepemilikan sabu-sabu 78,1 kg, Abdullah cs.

Para petugas yang berseragam Kemenkumham itu memeriksa setiap sudut kamar, bahkan menggali tanah di sekitar ruang tahanan. Di bawah pot-pot bunga yang berada di depan ruang tahanan tipikor, petugas menemukan uang jutaan rupiah. Sedangkan sejumlah hp ditemukan dalam keadaan ditimbun di dalam tanah yang berada di depan blok tahanan. Hp tersebut sepertinya sengaja disembunyikan di dalam tanah untuk menghindari penyitaan oleh petugas.

Penggeledahan sel-sel tahanan itu berakhir sekitar pukul 23.30 WIB. “Sidak ini untuk mengawasi aktivitas penghuni rutan serta untuk membina petugas agar bekerja sesuai aturan, meskipun di Rutan Kajhu ini saya belum terima laporan adanya tahanan yang kabur, seperti halnya di LP Kelas IIA Banda Aceh,” ujar Suwandi kemarin.

Suwandi mengatakan, setelah diabsen 443 tahanan rutan malam itu berada di dalam ruang tahanan. Sementara itu, terhadap empat terdakwa sabu yang sudah divonis mati, tapi kini mereka kasasi ke Mahkamah Agung, petugas meningkatkan pengamanan (maximum security), mengingat mereka dikategorikan sebagai tahanan berisiko tinggi. Karena itu pula mereka ditempatkan di dalam ruang isolasi khusus.

Dalam sidak itu, petugas juga menyita sepuluh unit kompor, 16 buah kuali, empat unit magic com, sepuluh unit wayer, gunting, obeng, serta dua gulung selang.

Sementara itu, saat petugas sidak ke LP Banda Aceh, Senin (7/3) malam ditemukan barang terlarang, berupa sejumlah pisau cutter dan mata pisaunya, ganja kering yang totalnya 1/2 kg. Ditemukan juga alat isap sabu (bong), kaca pirex, sepuluh keping mata gerenda, pemotong besi, obeng, mancis, dan belasan charger handphone.

Semua temuan itu disita Tim Satgas Kanwil Kemenkumham Aceh dan akan ditindaklanjuti ke proses hukum, terutama karena adanya temuan ganja kering di LP tersebut.

Selain itu, ditemukan juga ada seorang napi yang sedianya sudah bebas pada medio Februari 2016, tapi ternyata masih tinggal di dalam blok LP hingga kini. Ia tidur dan makan gratis di LP tersebut seperti layaknya napi yang lain. Tenaganya juga dimanfaatkan seorang sipir untuk menjaga kantin pribadinya di bagian tengah LP tersebut. (mun/dik)

SERAMBI TOPIK bisa dilihat di http://serambinewstv.com/category/serambi-topik/ 


(uri/ilati/sra/MU)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id