Menyaru Pembeli Rumah, Kajari Tamiang Berhasil Ciduk Koruptor Pembangunan Pasar Pagi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Menyaru Pembeli Rumah, Kajari Tamiang Berhasil Ciduk Koruptor Pembangunan Pasar Pagi

Menyaru Pembeli Rumah, Kajari Tamiang Berhasil Ciduk Koruptor Pembangunan Pasar Pagi
Foto Menyaru Pembeli Rumah, Kajari Tamiang Berhasil Ciduk Koruptor Pembangunan Pasar Pagi

URI.co.id, KUALASIMPANG – T Darwis  Djafar terpidana kasus korupsi pembangunan Pasar Pagi Kualasimpang yang didanai APBN tahun 2014 diciduk tim eksekusi Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang  usai turun dari pesawat di Bandara Internasional Kuala Namu, Sumatera Utara, Kamis (27/4/2017) malam.

Terpidana berhasil ditangkap setelah Kajari Aceh Tamiang, Erwinsyah SH menyamar menjadi pengusaha yang akan membeli rumah miliknya di Kota Medan.

Kajari Aceh Tamiang, Erwinsyah SH kepada URI.co.id, Jumat (28/4/2017) mengatakan, penangkapan terhadap terpidana setelah Kejaksaan Negeri Kaulasimpang melakukan pemanggilan terhadap  yang bersangkutan sebanyak tiga kali.

Namun tidak diindahkan sejak keluar putusana Mahkamah Agung RI, nomor 2407 K/PID SUS/2015 tanggal 1 September 2016 sehingga menjadi buronan.

Karena menjadi buron, Kajari langsung melakukan penyelidikan dengan mendatangi rumah Darwis di Jalan Perwira VII No 8 Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.

Dari informasi warga setempat menyebutkan, yang bersangkutan telah pindah ke Jakarta sekitar dua tahun lalu.

“Kita dapat informasi juga bahwa Darwis hendak menjual rumah miliknya di Kota Medan senilai Rp 1,8 miliar,” ujarnya.

Mendapat informasi tersebut, Kajari langsung melakukan penyamaran berpura-pura menjadi pengusaha  bernama Erwin warga Peukan Baru, Provinsi Riau yang ingin membeli rumah Darwis.

Dalan negosiasi pertama, Kajari menawarkan harga rumah terpidana senilai Rp 1,5 miliar, namun penawaran ini tidak menemukan titik temu, kemudian Erwin menaikkan lagi harga beli rumah tersebut senilai Rp 1,7 miliar  dan langsung mengirimkan tanda jadi uang muka sebesar Rp 15 juta kepada terpidana melalui bank BRI.

“Pembayaran ini dilakukan Bendahara Pengeluaran Kejari Aceh Tamiang F Candra Nasution SH melalui salah satu rekannya di Riau,” ujarnya.

Selanjutnya, Kajari meyakinkan Darwis agar melakukan pertemuan untuk membayar langsung rumah tersebut dan bertemu di Medan.

Dan Darwispun berjanji datang ke Medan pada Rabu (26/4/2017) malam, sehingga tim eksekusi Kejari Aceh Tamiang  yang dipimpin Kajari langsung menuju Kota Medan sore itu juga.

Namun Darwis tidak menepati janjinya  dan kembali berjanji akan datang pada Kamis (27/4/2017) pagi, dan janji kali ini juga tidak tepati sampai akhirnya terpidana berjanji kembali akan datang ke Medan pada Jumat pagi.

“Untuk meyakinakan pembelinya Erwin yang tak lain Kajari, terpidana mengirimkan kode booking pesawat Batik Air,” ujarnya.

Setelah mendapat kode booking pesawat terpidana tujuan Medan, didapati informasi pesawat yang dinaiki terpidana pukul 19.30 WIB.

Kemudian tim eksekusi Kejaksaan langsung berkordinasi dengan pihak keamanan Bandara Internasional Kualanamu.

Saat terpidana turun dari pesawat pukul 22.30 Wib, Kajari bersama petugas Bandara langsung menangkap terpidana di pintu Kedatangan Bandara Kualanamu. (uri/syrafi/orat/AG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id