Kautsar Diganti | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kautsar Diganti

Kautsar Diganti
Foto Kautsar Diganti

* Mualem Tunjuk Iskandar Farlaky

BANDA ACEH – Ketua Umum Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA PA), Muzakir Manaf, mengganti posisi Ketua Fraksi PA di DPRA dari Kautsar Muhammad Yus SHI kepada Iskandar Usman Al-Farlaky SHI yang selama ini menjabat Ketua Badan Legislasi (Baleg) di DPRA. Sedangkan Kautsar saat ini menjadi anggota Komisi VII yang membidangi agama dan kebudayaan.

Kepastian itu diperoleh dari kopian surat keputusan DPA PA tertanggal 18 April 2017 yang ditandatangani Ketua Umum, Muzakir Manaf dan Sekretaris Jenderal, Mukhlis Basyah.

PA juga sudah menyerahkan surat reposisi itu kepada Sekretaris Dewan (Sekwan), A Hamid Zein SH MHum, Kamis (27/4), untuk diparipurnakan pada Jumat (28/4) hari ini sekira pukul 14.30 WIB berdasarkan hasil rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRA kemarin.

Reposisi ini juga terjadi di tubuh partai politik lain di DPRA. Menurut Sekwan, A Hamid Zein, hingga kemarin sore baru Partai Demokrat, NasDem, PPP, PA, dan PAN yang sudah menyerahkan surat reposisi. Sedangkan Partai Golkar, Gerindra, dan PKS belum mengajukan surat usulan reposisi. Batas terakhir pengajuannya sampai siang ini.

Saat ini, Kautsar tidak mendapat jabatan apa pun dalam alat kelengkapan dewan (AKD) baik di Badan Anggaran (Banggar), Badan Musyawarah (Banmus), Badan Kehormatan Dewan (BKD), maupun badan legislatif (Banleg), selain menjadi anggota Komisi VII. Sedangkan posisi Ketua Banleg diisi oleh Abdullah Saleh SH yang sebelumnya Ketua Komisi I DPRA.

Saat menjabat Ketua Fraksi PA, Kautsar terkenal lantang dalam menyatakan pendapat. Terkahir ia bikin pernyataan di media bahwa Fraksi PA di DPRA siap berkoalisi dengan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah, untuk membangun Aceh yang lebih baik. Ia mengajak semua pihak untuk move on.

Pernyataan Kautsar itu kemudian mendapat respons dari partainya. Kautsar pun dinyatakan tidak berkoordinasi lebih dulu dengan partai saat melontarkan idenya itu.

Wakil Ketua DPA PA, Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak bahkan menyanggah pernyataan Kautsar dengan mengatakan itu pernyataan pribadi Kautsar, bukan perintah partai.

Abu Razak yang dikonfirmasi kembali oleh Serambi membenarkan adanya reposisi alat kelengkapan dewan dari Fraksi PA.

Menurut Abu Razak, reposisi itu tidak ada kaitannya dengan pilkada dan pernyataan Kautsar di media, karena itu hal yang biasa terjadi di legislatif. Terlebih juga ada diatur dalam tata tertib (Tatib) DPRA, yakni 2,5 tahun sekali dalam satu periode. “Itu ada aturannya,” kata Abu Razak.

Ketua DPRA, Tgk Muharuddin, juga menyatakan bahwa reposisi itu hal yang biasa dilakukan dewan. “Ini hal yang biasa, juga dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Di tatib kita ada mengatur itu, walaupun sifatnya bukan wajib, tapi bahasanya dapat dilakukan. Artinya, boleh dan itu menjadi kewenangan partai masing-masing, apakah diroker atau diganti itu kewenangan partai,” ujarnya.

Sementara itu, Kautsar yang ditanyai Serambi mengatakan sudah mendapat informasi terkait pergantian itu. Tapi, menurutnya, pergantian itu tak ada kaitannya dengan dinamika dalam pilkada, melainkan hal yang lumrah terjadi setelah menjabat setengah periode sebagai bentuk evaluasi partai.

Kautsar mengatakan, pemilihan Iskandar Usman sebagai penggantinya adalah pilihan yang tepat. “Iskandar itu muda, berbobot, dan pilihan pimpinan Partai Aceh terhadap dia tidak salah. Penempatan alat kelengkapan DPRA sangat tergantung pimpinan, ditempatkan di mana pun saya tidak masalah,” ungkap mantan aktivis ini.

Sedangkan Iskandar Usman yang dihubungi Serambi kemarin mengatakan belum tahu bahwa dirinya ditunjuk sebagai pengganti Ketua Fraksi PA. “Saya belum tahu tentang itu, kita lihat di paripurna saja besok (hari ini-red). Saya selaku kader partai siap ditempatkan di mana pun,” kata mantan wartawan Harian Serambi Indonesia ini. (mas) (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id