Mualem: Ini Pergantian Normal | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Mualem: Ini Pergantian Normal

Mualem: Ini Pergantian Normal
Foto Mualem: Ini Pergantian Normal

BANDA ACEH – Pergantian Ketua Fraksi Partai Aceh (PA) di DPRA, dari Kautsar kepada Iskandar Usman Al-Farlaky, sempat menimbulkan spekulasi. Ada yang menduga pergantian itu akibat ketelanjuran Kautsar dalam membuat pernyataan pascapilkada gubernur yang dinilai sangat tidak menguntungkan partainya. Tapi sebaliknya, ada pula yang berpendapat bahwa Kautsar diganti karena sudah sampai batas waktunya, menjabat ketua fraksi selama 2,5 tahun.

Menanggapi berbagai spekulasi yang berkembang itu, Ketua Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA PA), Muzakir Manaf yang lebih akrab dipanggil Mualem kepada Serambi, Kamis (27/4) sore menegaskan bahwa pergantian itu merupakan pergantian biasa. Bukan sebagai sanksi atas pernyataan Kautsar bahwa Fraksi PA di DPRA akan mendukung gubernur dan wakil gubernur Aceh terpilih pada Pilkada 2017, Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah, demi Aceh yang lebih baik.

Kautsar, menurut Mualem, telah menjabat Ketua Fraksi Partai Aceh di DPRA, selama 2,5 tahun. Dalam tata tertib DPRA setiap 2,5 tahun, partai politik yang ada kursi di DPRA diperkenankan melakukan perombakan atau pergantian personel anggota legislatifnya di setiap unit alat kelengkapan DPRA, termasuk ketua-ketua fraksi.

Karena ada aturannya, kata Mualem, maka partai merespons aturan tatib DPRA itu dengan cara melakukan pergantian dan rotasi anggota legislatif yang ada pada alat kelengkapan DPRA. Antara lain, pada komisi-komisi, badan legislasi (Banleg), Badan Kehormatan Dewan (BKD), Badan Rumah Tangga Dewan, termasuk ketua-ketua fraksi dan lainnya.

“Yang saya ingat pergantian cuma untuk ketua fraksi. Ketua Fraksi Partai Aceh rencananya kita ganti dari Saudara Kautsar kepada Iskandar Usman Al-Farlaky. Tapi untuk personel ketua-ketua komisi, Banleg, BKD, Badan Rumah Tangga Dewan, dan lainnya, kita belum bisa memastikannya,” terang Mualem.

Usulan anggota legislatif dari Partai Aceh untuk mengisi perombakan personel pada alat kelengkapan dewan itu pasti ada. Tapi untuk memastikan siapa yang akan duduk menjabat ketua, wakil ketua, sekretaris, dan bendahara komisi maupun AKD lainnya, saat ini belum bisa dipastikan.

Soalnya, setelah masing-masing partai mengusulkan anggota legislatifnya, mereka harus duduk rapat kembali untuk memilih ketua, wakil ketua, sekretaris, dan bendahara komisinya. Begitu juga pada alat kelengkapan lainnya.

Sebagai Ketua DPA Partai Aceh, kata Mualem, ia berharap yang menjadi ketua, wakil ketua, sekretaris, dan bendahara dalam komisi-komisi dewan, ikuti saja aturan yang telah berjalan sejak 2,5 tahun lalu. Orangnya bisa berubah, tapi posisi jabatan ketua, wakil ketua, dan sekretarisnya, diselaraskan saja dengan posisi partai politik sebelumnya.

Misalnya, Ketua Komisi I DPRA, 2,5 tahun lalu yang dijabat dari anggota legislatif Partai Aceh, untuk 2,5 tahun mendatang, bisa saja diisi kembali oleh legislator Partai Aceh, begitu juga untuk komisi-komisi dan AKD lainnya.

“Jadi, mari berdemokrasi secara damai. Dalam pengisian personel baru alat kelengkapan dewan itu, kita proporsional saja, karena jumlah anggota legislatif Partai Aceh terbanyak dari seluruh partai politik yang punya kursi di DPRA,” ujarnya.

Jumlah anggota legislatif dari PA di DPRA mencapai 29 orang. Jadi, kalau nanti kader PA banyak yang mendapat jabatan ketua komisi dan ketua pada alat kelengkapan yang lain, menurut Mualem, itu karena faktor tadi, yaitu proporsional dan perimbangan semata.

Mualem juga berharap, personel baru AKD itu, hendaknya bisa bekerja lebih baik lagi, terutama dalam menjalankan tugas dan fungsi legislatif. Misalnya, pembahasan qanun prioritas 2017. Setelah Qanun APBA 2017 selesai disahkan 31 Januari 2017, raqan prioritas lainnya harus segera dibahas dan disahkan. “Sisa waktu 2,5 tahun ini, manfaatkanlah dengan bekerja sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat, bukan kelompok. Ini sangat penting,” imbuh Mualem.

Ia maknai penting terutama karena anggota legislatif dari Partai Aceh harus bisa memberikan citra positif dan baik untuk kemajuan Aceh ke depan, agar rakyat tetap mencintai Partai Aceh.

“Pemilu legislatif 2019 tak lama lagi. Rakyat akan menilai, kalau kinerja yang kita tampilkan untuk masa 2,5 tahun lagi tidak berpihak kepadanya, maka masyarakat akan meningalkan kita. Ini harus menjadi perhatian bagi semua kader dan anggota legislatif Partai Aceh,” ujar Mualem. (her) (uri/ilviana/ebriyani/SF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id