Satpol PP Bongkar 27 Kios Liar di Bakoy | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Satpol PP Bongkar 27 Kios Liar di Bakoy

Satpol PP Bongkar 27 Kios Liar di Bakoy
Foto Satpol PP Bongkar 27 Kios Liar di Bakoy

BANDA ACEH – Setelah sukses membersihkan barak Bakoy, puluhan anggota Satpol PP/WH Aceh Besar, Kamis (27/4) membongkar sedikitnya 27 kios yang ada di sepanjang bahu jalan lintas dari Simpang Siron, Bakoy. Pembongkaran kios liar itu akan dilakukan tim hingga ke Cot Iri dan sepanjang bantaran sungai.

Proses pembongkaran 27 kios dan bangunan liar di depan areal bekas barak Bakoy kemarin juga dikawal aparat TNI/Polri. Bahkan, sebagian besar bangunan kios yang terbuat dari kayu itu, dibongkar sendiri oleh pemiliknya serta petugas.

“Kami telah berulangkali menyurati para pemilik kios liar itu, baik yang ada di sepanjang jalan dari dan ke Jembatan Cot Iri-Bakoy, maupun sekitar Krueng Barona Jaya, supaya membongkar sendiri,” jelas Kasatpol PP/WH Aceh Besar, Rahmadaniaty SSos, MSi, kepada Serambi, Kamis (27/4) sore kemarin.

Rahmadaniaty menjelaskan, hingga beberapa hari ke depan, pihaknya akan menertibkan semua kios dan bangunan yang dianggap liar, baik di wilayah Kecamatan Ingin Jaya, Krueng Barona Jaya, sepanjang Jalan Lambaro Banda Aceh, Darul Imarah hingga perbatasan Banda Aceh.

Karena itu, pihaknya mengimbau warga telanjur mendirikan bangunan kios di atas saluran air, bahu jalan, mulai Simpang Jembatan Cot Iri hingga sepanjang jalan dari dan ke Bakoy, Lambaro, hingga perbatasan Banda Aceh, agar segera membongkar sendiri kios-kios itu.

Terkait dengan pembongkaran barak Bakoy Rabu (26/4), maka Habibah (65), Abdullah (50), Puspa Dewi (42), Nurul (55), Nurzahri (30), perwakilan korban tsunami yang masih menempati barak di Desa Bakoy, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, melaporkan Bupati Aceh Besar dan Kapolsek Ingin Jaya ke Komnas HAM Perwakilan Aceh, Banda Aceh, Rabu (26/4).

Saat melapor, para penghuni barak Bakoy itu juga didampingi Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin SH. Menurut Safaruddin, korban tsunami yang masih tinggal di barak tersebut berjumlah 18 (KK). Mereka merupakan orang yang belum mendapatkan rumah bantuan tsunami, walaupun nama mereka sudah ada dalam SK Bupati dan BRR sebagai penerima rumah bantuan tsunami.

Bahkan menurut Safar, saat pembongkaran, barang milik penghuni barak masih ada di dalam. Bahkan kini para penghuni barak Bakoy tak memiliki lagi tempat tinggal.

Padahal, sebelumnya Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah telah meminta Pemkab Aceh Besar agar tidak membongkar dulu barak itu sampai ada bangunan rumah permanen bagi mereka. Pengaduan tersebut di terima oleh Eka Azmiyadi, SH dengan Nomor Pengaduan 04.01.P/IV/2017. Safar juga berharap agar Polda Aceh mengusut kasus jual beli rumah milik korban tsunami di Miruek Lamreudeup.(mas) (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id