XL Tantang Mahasiswa Ciptakan Proyek Perlindungan Lingkungan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

XL Tantang Mahasiswa Ciptakan Proyek Perlindungan Lingkungan

XL Tantang Mahasiswa Ciptakan Proyek Perlindungan Lingkungan
Foto XL Tantang Mahasiswa Ciptakan Proyek Perlindungan Lingkungan

BANDA ACEH – PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) memberikan tantangan kepada mahasiswa untuk menciptakan proyek perlindungan lingkungan hidup selama 8 bulan sejak April 2017. Pertengahan November 2017, para mahasiswa harus mempresentasikan hasil proyek dan evaluasi tersebut di depan para profesional, baik dari NGO, lembaga atau perusahaan terkemuka yang memiliki pengalaman dan komitmen tinggi terhadap bidang teknologi, sosial, dan lingkungan.

Hal ini disampaikan Chief Corporate Affairs Officer XL Axiata, Eka B Danuwirana dalam rilis yang diterima Serambi, Kamis (27/4). “Untuk mewujudkan setiap proyeknya, para mahasiswa harus mampu menemukan solusinya. XL Axiata akan memberikan sejumlah dana sebagai modal awal. Para peserta harus mampu berkreasi menciptakan peluang kerjasama dengan pihak lain agar proyeknya bisa terwujud,” kata Eka.

Ia menambahkan dalam setiap proyek, mahasiswa diwajibkan berpartner dengan komunitas masyarakat sehingga ide, dan karyanya benar-benar merupakan solusi atas masalah yang dihadapi masyarakat. Selanjutnya, masyarakat pun dapat mengadopsi karya mahasiswa.

Kelompok masyarakat yang disasar sebagai partner antara lain, panti asuhan, masyarakat petani dan nelayan, lembaga dan komunitas lingkungan, dan NGO lokal. Selain itu, disarankan juga untuk dapat menggandeng kelompok pendukung dan pegiat isu lingkungan, proyek air bersih, dan energi terbarukan, masyarakat budaya, dan pelaku pariwisata.

Sementara tema lingkungan hidup dipilih, kata Eka karena mempertimbangkan perlunya edukasi secara terus-menerus kepada publik, khususnya generasi milenial untuk peduli terhadap isu-isu lingkungan. Sebab itu, XL Axiata kembali meluncurkan ajang Social Innovation Project 2017 bagi para mahasiswa peserta Program XL Future Leaders Batch 4 yang mengambil tema tentang Perlindungan Lingkungan Hidup.

Eka juga menyebutkan saat ini sudah masuk 31 proposal proyek dari para mahasiswa yang masuk ke pihaknya. Beberapa di antaranya adalah mengembangkan aplikasi deteksi emisi karbon di Yogyakarta, pelatihan mengolah sampah plastik dan kertas untuk meningkatkan ekonomi di Jakarta, Medan, Palembang, Depok, Makassar, Semarang, Kendari dan Menado. Kemudian ada juga pembuatan saringan knalpot dari bahan alami di Pontianak, pengelolaan air sungai di bantaran sungai Deli, pengembangan eco-tourism di Aceh, Surabaya dan Padang. Selain itu juga ada di Ambon yaitu proyek pengembangan hukum adat “Sasi” untuk melindungi jenis-jenis ikan tertentu yang mulai langka di perairan setempat. Sementara di Makassar ada pengembangan tanaman hias sistem Terarium di sebuah rumah susun untuk mencukupi kebutuhan oksigen sekaligus sebagai tanaman kesehatan. (una/rel) (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id