Gara-gara Simpan Uang Jual Tanah, Sardi Dirampok Adik Ipar | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Gara-gara Simpan Uang Jual Tanah, Sardi Dirampok Adik Ipar

Gara-gara Simpan Uang Jual Tanah, Sardi Dirampok Adik Ipar
Foto Gara-gara Simpan Uang Jual Tanah, Sardi Dirampok Adik Ipar

URI.co.id, KUALASIMPANG – Aksi perampokan yang menimpa Sardi (40), warga Dusun Pintu Kuari, Kampong Selamat Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (27/4/2017) menjelang subuh, meninggalkan cerita pilu.

Pasalnya, korban dirampok dan sempat dibacok oleh empat tersangka dan otak pelakunya adalah, adik ipar korban sendiri.

Keempat pelaku inisial Ap (26) yang tak lain adik ipar korban, MS (42 ), As (22 ), dan BS (39 ) semuanya warga Kampong Seulamat Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang.

Kapolsek Kejuruan Muda, Iptu Muhammad Isral SIK kepada URI.co.id, Kamis siang mengatakan, korban diketahui dirampok setelah warga mendatangi rumah Sardi dan melihat korban dalam kondisi tidak sadarkan diri berlumuran darah di atas tempat tidur.

Warga meliat korban mengalami luka bacok di kepala dan melarikan korban ke di RSU Aceh Tamiang untuk mendapat perawatan dan melaporkan ke polisi.

“Korban memang selama ini tinggal sendiri dirumahnya,” ujar Kapolsek.

Berdasarakan informasi yang diterima warga, Kapolsek memerintahkan tim melakukan penyelidikan dan mengejar pelaku pembacokan tersebut.

Dari olah tempat kejadian perkara dan informasi dari saksi yang dikumpulkan, diketahui korban baru saja menjual sebidang tanah seharga Rp 40 juta. Dan salah satu yang mengetahui korban menjual tanah adalah adik iparnya.

Kemudian polisi langsung membangun jaringan untuk mengetahui keberadaan dik iparnya, setelah diketahui pelaku AP berada di Halban Sumatera Utara, polisi langsung menciduk pelaku Ap yang saat itu bersama rekannya As. Dari keterangan keduanya diketahui ada dua lagi rekan mereka sebagai pelaku MS dan BS.

Dari keterangan tersangka uang yang dirampok sebesar Rp 36 juta, dari jumlah tersebut Rp 13 juta sudah digunakan untuk poya-poya di Halban dan yang tersisa Rp 23 juta kini menjadi barang bukti pihak kepolisian.

Keempat tersangka dijerat pasal 365 jo pasal 368 KUHPidana dengan ancaman 12 tahun penjara. (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id