Menarik, Kalau Irwandi Juga Dilantik ala Aceh | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Menarik, Kalau Irwandi Juga Dilantik ala Aceh

Menarik, Kalau Irwandi Juga Dilantik ala Aceh
Foto Menarik, Kalau Irwandi Juga Dilantik ala Aceh

Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan, pihaknya bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih membahas agenda jadwal pelantikan gubernur dan wakil gubernur Aceh terpilih pada Pilkada 2017, Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah. “Sedang diagendakan jadwalnya, antara Kemendagri dengan KPU,” kata Tjahjo.

Mendagri menjelaskan, undang-undang saat ini masih mengatur jadwal pelantikan dilakukan sesuai dengan masa akhir jabatan. Kita ketahui, masa jabatan Gubernur Zaini Abdullah dan Wakil Gubernur Muzakir Manaf akan berakhir pada 25 Juni 2017.

Tentang jadwal pelantikan itu, sebelumnya seorang pejabat Kemendagri menginformasikan, pelantikan gubernur/wakil gubernur Aceh dan gubernur/wakil gubernur hasil pilkada serentak lainnya akan dilakukan dua tahap. Bagi kepala daerah yang habis masa jabatannya sampai dengan bulan Juni 2017, dijadwalkan pelantikan dilakukan pada bulan Juni. Sedangkan kepala daerah yang habis masa jabatannya periode Juli-Desember, pelantikan dilakukan Desember 2017.

Irwandi Yusuf menginginkan pelantikan dirinya sebagai Gubernur Aceh dilakukan dua kali oleh Presiden Joko Widodo. Yakni, sekali di Istana Merdeka, sedangkan sekali lagi di Aceh sebagaimana mestinya. Terhadap keinginan ini, Irwandi mengaku sudah menyampaikannya kepada Presiden Jokowi.

Ya, kita sangat sependapat dengan Irwandi yang menginginkan pelantikan itu dilakukan dua kali. Yakni, pelantikan yang dilakukan di Jakarta sebagai acara nasional atau kenegaraan. Sedangkan pelantikan yang dilakukan di Aceh bersifat kedaerahan.

Mengenai pelantikan ala daerah ini kita sangat mendorong agar dapat terlaksana. Ada banyak hal yang bisa dipetik hikmahnya jika pelantikan ala daerah ini terwujud. Pertama, acara itu akan menggambarkan kekhasan daerah Aceh sebagai daerah berotonomi khusus.

Lalu, yang kedua, pelantikan ala daerah ini juga dapat dimanfaatkan sebagai momentum pelestarian budaya Aceh. Dan karenanya, pelantikan ala daerah ini harus benar-benar dikemas dalam nuansa Aceh yang sangat kental. Artinya, event politik ini harus dibungkus seolah menjadi peristiwa budaya.

Dengan demikian, acara pelantikan Gubernur Aceh ini bisa dijadikan paket wisata. Selain masyarakat dan undangan dalam negeri, tamu-tamu mancanagera bisa diundang ke acara ini. Seperti sudah dikemukakan tadi, agar peristiwa dimaksud tidak terkesan sebagai agenda politik belaka, maka tempat upacaranya pun bisa dipilih yang lebih terbuka, seperti di Stadion Harapan Bangsa atau Stadion Lampineung.

Kita percaya masyarakat akan menyambut baik rencana pelantikan dua versi yang diinginkan Irwandi Yusuf. Sebab, selama ini pelantikan gubernur, bupati, dan walikota hanya menjadi upacara yang kaku dan “jauh” dari jangkauan masyarakat. Makanya, sebagai pemimpin pilihan rakyat, pelantikannya sangat pantas kalau dikemas lebih merakyat dan meriah. Jika perlu dibarengi pula dengan “Khanduri Raya” kuah beulangong!? (uri/sih/ebrinaldy/AF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id