Pengerjaan Proyek yang Merepotkan Masyarakat | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pengerjaan Proyek yang Merepotkan Masyarakat

Pengerjaan Proyek yang Merepotkan Masyarakat
Foto Pengerjaan Proyek yang Merepotkan Masyarakat

PENINGKATAN kualitas Jalan Tgk Ba Bak Kurma antara Desa Cot Cut dengan Desa Limpok, Aceh Besar, dalam beberapa hari terakhir, telah menimbulkan persoalan bagi pengguna jalan tersebut, khususnya yang bermukim di Kuta Lagang, Cot Cut. Para pengawas proyek, baik sipil maupun dari kepolisian bertindak semaunya dan kurang profesional saat menutup akses jalan ke daerah tersebut.

Tindakan tersebut antara lain: 1. Bagi pengguna jalan yang mau masuk ke kawasan Kuta Lagang, Cot Cut dan sekitarnya dari arah Desa Limpok diminta untuk masuk melalui ujung Jembatan Cot Iri; 2. Ternyata di ujung Jembatan Cot Iri, jalan juga ditutup oleh petugas, padahal suasana jalan sepi;

3. Pengguna jalan diminta masuk melalui jalan inspeksi saluran irigasi sebelah timur yang lebarnya hanya 3 m, sehingga sangat sulit ketika ada mobil dari arah yang berlawanan; 4. Anehnya, ujung jalan inspeksi irigasi itu hanya berjarak beberapa puluh meter dari tanda police line yang dipasang, sehingga terkesan yang penting masyarakat harus patuh kepada perintah aparat.

Sehubungan dengan hal tersebut, atas nama masyarakat pengguna jalan tersebut, khususnya masyarakat yang tinggal di Kuta Lagang, Cot Cut mengharapkan sebagai berikut: 1. Pengerjaan proyek harus terlaksana dengan baik, namun masyarakat yang mau masuk ke kawasan itu juga tidak harus dipersulit;

2. Bila perlu ketika ada pengguna jalan yang mau masuk, minta menunjukkan KTP untuk membuktikan bahwa yang bersangkutan penduduk ke kawasan itu; 3. Polisi bertugas untuk mengayomi rakyat, karena itu sudah selayaknya mengatur lalulintas sehingga proyek dapat berjalan dan masyarakat tidak dirugikan.

4. Kepada pemberi proyek juga harus terjun ke lapangan untuk mengawasi, jangan seperti proyek penanam pipa tahun lalu yang galiannya asal-asalan sehingga merusak jalan karena bekas galiannya tidak ditimbun dengan baik.

Demikian surat pembaca ini, terima kasih kepada Serambi Indonesia yang bersedia memuatnya. Kepada pihak-pihak yang terkait saya mohon maaf jika kurang berkenan.

Nama dan alamat
ada pada redaksi. (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id