Gubernur Minta Barak Bakoy tak Dibongkar | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Gubernur Minta Barak Bakoy tak Dibongkar

Gubernur Minta Barak Bakoy tak Dibongkar
Foto Gubernur Minta Barak Bakoy tak Dibongkar

* Haji Uma Desak Pemkab Aceh Besar Fasilitasi

BANDA ACEH – Gubernur Aceh Zaini Abdullah meminta Pemkab Aceh Besar menunda penggusuran terhadap 18 kepala keluarga (KK) korban tsunami yang masih menetap di barak di Gampong Bakoy, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. Penggusuran itu direncanakan besok, Rabu (26/4).

Gubernur menyampaikan hal ini terkait adanya informasi bahwa di barak tersebut masih adanya 18 kepala keluarga korban tsunami yang belum mendapatkan bantuan rumah, seperti diberitakan Sabtu (22/4).

Dalam berita itu disebutkan, penghuni barak Bakoy diminta Pemkab Aceh Besar segera pindah, karena barak itu segera dibongkar. Namun, penghuni barak itu mengaku tak bisa menempati rumah bantuan di Gampong Miruek Lamreudeup, Aceh Besar, karena mereka diminta uang Rp 2-5 juta.

“Jadi bukan langsung kita main gusur, tapi kita tidak mau tau kemana mereka akan tinggal. Karena ini adalah soal kemanusiaan,” kata Zaini, Senin (24/04).

Zaini menyebutkan, penundaan untuk menggusur barak Bakoy tersebut untuk mempertimbangkan nilai kemanusiaan, mengingat sejumlah warga yang masih menempati barak tersebut merupakan warga Aceh yang harus dicarikan solusi tempat tinggal mereka terlebih dahulu.

Gubernur Aceh yang turut didampingi Karo Humas Pemerintah Aceh Mulyadi Nurdin menyebutkan sebelumnya Pemerintah Aceh, Polda Aceh serta anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman alias Haji Uma, juga sudah menyurati Bupati Aceh Besar agar menunda penggusuran hingga didapatkan solusi yang memberikan rasa keadilan bagi masyarakat yang tinggal di barak.

“Kita harapkan ini diselesaikan dulu dengan bijaksana, dengan melibatkan semua pihak sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan, dan tidak terkesan ada yang buang badan dalam persoalan ini,” ujar Zaini.

Sebelumnya, kemarin Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman alias Haji Uma mengaku geram dengan sikap Pemkab Aceh Besar yang ingin membongkar barak tersebut. Ia menilai Pemkab Aceh Besar tidak menghargai hasil mediasi antara 18 kepala keluarga penghuni barak Bakoy dengan Plt Gubernur Aceh dan Polda Aceh pada 27 Januari lalu. Padahal saat itu, Plt Gubernur Aceh Soedarmo telah menyuruti Bupati Aceh Besar, Mukhlis Basyah, agar menyelesaikan permasalahan relokasi korban tsunami di barak Bakoy secara arif.

“Sekarang Pemkab Aceh Besar terkesan buang badan untuk menyelesaikan masalah ini. Lihat nasib mereka, gunakan hati nurani, mereka bukan binatang, kita seharusnya malu dengan masyarakat dunia, hampir 13 tahun pasca bencana tsunami masih ada korban yang terkatung-katung, padahal dana rehab-rekon sangat luar biasa banyaknya,” tukas Haji Uma.

Karena itu, ia mendesak Pemkab Aceh Besar memfasilitasi para penghuni barak Bakoy agar mereka bisa menempati rumah yang menjadi hak mereka tanpa ada intimidasi dari pihak lain. Jangan sampai, warga tersebut tidak mendapatkan tempat tinggal sementara barak yang ada saat ini akan dibongkar. “Ini harus menjadi perhatian,” harapnya. (mas) (uri/atrya/ratama/SP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id