Nelayan Kembang Tanjong Desak Pemerintah Lanjutkan Proyek Jetty‎  | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Nelayan Kembang Tanjong Desak Pemerintah Lanjutkan Proyek Jetty‎ 

Nelayan Kembang Tanjong Desak Pemerintah Lanjutkan Proyek Jetty‎ 
Foto Nelayan Kembang Tanjong Desak Pemerintah Lanjutkan Proyek Jetty‎ 

URI.co.id, SIGLI – Ribuan nelayan di Kuala Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Ie Leubeu, Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie, mendesak pemerintah untuk dapat melanjutkan sisa pembangunan tanggul batu penahan ombak atau Jetty kuala setempat sepanjang 550 meter, guna mempermudah akses masuk boat bagi nelanya serta menyelamatkan aset pemukiman warga dari terjangan abrasi pantai.

Asmanuddin (38)  bersama Saiful (40) selaku nelanyan di Gampong Ie Leubeu, Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie, kepada URI.co.id,  Selasa (25/4/2017) mengatakan, dampak belum dilanjutkan sisa tanggul jetty tersebut  ‎telah memberikan dampak bagi ribuan nelayan  berupa sulitnya masuk kedermaga dengan musti menunggu air pasang akibat dangkalnya kuala.

“Selama ini akibat belum dilanjutkan sisa pengerjaan tanggul Jetty tersebut telah mengancam pemukiman warga berupa kebun dan perumahan masyarakat,”jelasnya.

Dirincikan dari sisa 550 meter tanggul penahan ombak bibir kuala  tersebut yang patut dibangun dari   arah sebelah timur  300 meter dan dari arah barat ‎arah barat 250 meter.

Sebelumnya, program pembangunan Jetty pada tahun 2016 lalu 600 meter. Namun dalam perjalanan, Dinas Sumber Daya Air (SDA) provinsi hanya terealisasi 50 meter saja dengan menguras dana Rp 2 miliar.  

Program proyek multi years ini dimulai sejak 2010 lalu saat masa kepemimpinan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf. 

Jadi, ‎desakan permintaan lanjutan ini dapat menangkal abrasi pantai dengan menyelamatkan pemukiman warga sehingga rumah dan kebun warga dapat terselematkan. 

“Dengan terwujudnya pembangunan lanjutan Jetty ini maka dapat  menghindari masuknya pasir gerusan ke bibir kuala sehingga tak menyumbat atau dangkalnya permukaan jalur keluar masuk ke TPI,”jelasnya  
  (uri/syrafi/orat/AG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id