Mantan Napi Bertahan di LP | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Mantan Napi Bertahan di LP

Foto Mantan Napi Bertahan di LP

BANDA ACEH – Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Tim Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Aceh pada Senin (7/3) malam hingga Selasa (8/3) dini hari di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Banda Aceh, menemukan beberapa hal ganjil sekaligus aneh. Misalnya, ada seorang mantan narapidana (napi) yang sudah berakhir masa hukuman dan seharusnya sudah berada di luar LP, tapi malah masih tinggal dan berdagang di LP tersebut.

Mantan napi itu bernama Halim alias Maun bin Hanafiah (46) yang bebas pada 13 Februari 2016. Tapi, ia masih tinggal dalam blok LP untuk berjualan di kantin pos tengah di LP tersebut. Ia juga bisa tidur gratis dan menikmati ransum tanpa bayar tiga kali sehari dari dapur LP.

Kantin tersebut, menurut sumber Serambi, Rabu (9/3), milik seorang pegawai LP. Halim dipekerjakan di situ sebagai penjaga kantin, tapi tidur dan makannya di blok (ruang tahanan) LP.

Halim dipenjara delapan tahun karena terlibat kasus kesusilaan (melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak). Ia bebas murni pada 13 Februari 2016. Seharusnya napi tersebut sudah bebas dua tahun lalu melalui mekanisme pembebasan bersyarat (PB). Tapi, patut diduga PB untuknya sengaja tak diurus pihak LP karena tenaganya diperlukan untuk berjualan di kantin milik pegawai LP tersebut. “Buktinya sekarang pun sudah resmi bebas, tapi ia masih dipekerjakan di kantin tersebut,” kata sumber Serambi.

Temuan tentang napi bebas murni tanpa fasilitas PB itu, ulas sumber Serambi, menunjukkan bahwa PB belum berjalan maksimal di LP Banda Aceh. Bahkan, masih ada indikasi pilih kasih. Napi miskin tampaknya sengaja tidak diusulkan untuk mendapat PB. Di sisi lain, Kepala LP dan Seksi Pembinaan di LP Banda Aceh tidak cermat dalam mengelola administrasi LP.

Sehingga, ada napi yang baru bebas murni setelah menjalani seluruh masa hukuman. Padahal, kebijakan Kemenkumham napi harus dibebaskan sebelum waktunya melalui PB, cuti bersyarat (CB), dan cuti menjelang bebas atau CMB.

Sumber Serambi di Kanwil Kemenkumham Aceh berpendapat, adanya napi yang sudah diberikan surat bebas, tapi belum juga dibebaskan atau dikeluarkan dari LP, lagi pula siang malam kerja dan tidur di LP, menunjukkan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas staf di LP tersebut belum berjalan maksimal. Di sisi lain, tindakan tersebut memenuhi unsur pelanggaran HAM, karena menahan orang yang sudah bebas di dalam LP.

Terpisah, pejabat di bidang pembinaan LP yang ditanyai Serambi kemarin siang menyebutkan, sidak ke LP Banda Aceh hingga dini hari menemukan sejumlah barang terlarang. Semua temuan itu disita Tim Satgas dan akan ditindaklanjuti ke proses hukum, terutama karena adanya temuan ganja kering di LP tersebut. (dik) (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id