Dua Mantan Pejabat Pijay Masuk Penjara | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Dua Mantan Pejabat Pijay Masuk Penjara

Dua Mantan Pejabat Pijay Masuk Penjara
Foto Dua Mantan Pejabat Pijay Masuk Penjara

* Korupsi Pembangunan Irigasi Cubo

MEUREUDU – Kejaksaan Negeri Pidie Jaya akhirnya menjebloskan dua pejabat di Dinas PU Pijay atas kasus korupsi pembangunan jaringan Irigasi Cubo di Gampong Tunong dan Gampong Teungoh, Kecamatan Panteraja, yang dikerjakan tahun 2011 lalu.

Dua pejabat dimaksud yakni Ir Hanief bin Ibrahim yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas PU Pijay sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran, dan Usman bin Nyak Umar Itam, pegawai Dinas PU yang saat itu menjabat sebagai pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK).

Keduanya kini masuk penjara setelah turunnya putusan Mahkamah Agung (MA) RI atas upaya kasasi yang diajukan jaksa. “Kedua Terpidana dijebloskan ke LP Kelas IIA Banda Aceh pada Kamis (20/4). Keduanya dihukum masing-masing empat tahun penjara ditambah denda Rp 200.000.000, subsidair enam bulan kurungan,” ungkap Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pijay, Abdul Kahar SH, Senin (24/4).

Eksekusi ini dilakukan setelah jaksa Kejari Pijay menerima akta pemberitahuan putusan MA yang mengabulkan permohonan kasasi pemohon/penuntut umum terhadap kedua terpidana. Jaksa berhasil meyakinkan hakim bahwa dalam proyek pembangunan jaringan Irigasi Cubo senilai Rp 1.473.000.000 yang dikerjakan CV Qanita Pratama pada tahun 2011 itu, terbukti adanya tindak pidana korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 277 juta lebih.

Proses eksekusi berjalan lancar karena kedua terpidana cukup kooperatif memenuhi panggilan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pijay, Abdul Muin SH, agar terpidana segera menjalani hukuman yang dijatuhkan atas kasus ini.

Selain Ir Hanief Ibrahim dan Usman Nyak Umar, satu terpidana dari pihak rekanan, yakni T Darmansyah ST bin Syuib selaku pekerja/mandor lapangan CV Qanita Pratama, sudah terlebih dulu menjalani eksekusi 4 tahun penjara dan denda Rp 200.000.000, sejak bulan April tahun 2016 lalu.

Kepala Seksi Pidsus Kejari Pijay, Abdul Kahar SH, mengungkapkan bahwa hukuman yang harus dijalankan terpidana lebih berat dari hukuman yang yang dijatuhi di tingkat pertama (Pengadilan Negeri Banda Aceh).

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Ir Hanief Ibrahim dan Usman bin Nyak Umar berupa pidana penjara selama 4 tahun 6 bulan (empat tahun enam bulan) disertai denda Rp 200.000.000, subsidair 3 (tiga) bulan kurungan.

Namun putusan Pengadilan negeri (PN) Banda Aceh Juni 2014 lalu, Hanief dan Usman Itam hanya dihukum penjara masing-masing 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan denda Rp 50.000.000, subsidair 2 (dua) bulan kurungan.

Atas putusan tersebut, JPU pun mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi/Tipikor Banda Aceh. Namun Pengadilan Tinggi/Tipikor Banda Aceh juga memberi hukuman ringan yang tidak sesuai tuntutan jaksa. Atas putusan Pengadilan Tinggi/Tipikor Banda Aceh yang menjatuhkan hukuman yang sama seperti yang diputuskan PN Banda Aceh, JPU pun mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung RI yang kemudian menjatuhkan hukuman mendekati tuntutan jaksa. Yakni hukuman empat tahun penjara ditambah denda Rp 200.000.000, subsidair enam bulan kurungan.

Penuntut Umum menghukum kedua terdakwa karena dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara.(ag) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id