Masjid Dihuni Para Pemenang | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Masjid Dihuni Para Pemenang

Masjid Dihuni Para Pemenang
Foto Masjid Dihuni Para Pemenang

* Peringatan Israk Mikraj di MRB

BANDA ACEH – Masjid dihuni oleh para pemenang dan pemenang yang sesungguhya adalah orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya. Oleh sebab itu, seorang pemenang selalu memprioritasnya shalatnya ketimbang urusan-urusan duniawi.

Oleh karena itu, barang siapa yang memperlambat shalatnya, maka Allah Swt akan memperlambat hal-hal duniawi seperti kekurangan rezeki, kekurangan sosial, kesusahan, dan kekurangan dalam aspek kehidupan lainnya.

Hal itu disamapaikan Ustaz Habib Jindan bin Novel bin Salim sebagai penceramah pada Peringatan Israk Mikraj Nabi Muhammad saw 1438 Hijriah/2017 M di Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Banda Aceh, Senin (24/4) malam.

Habib Jindan berceramah memikat dengan tema “Implementasi Filosofi Shalat dalam Segenap Aspek Kehidupan”. Ia katakan, apabila seseorang baik dalam shalatnya, maka akan baiklah segala sisi kehidupan duniawinya.

Habib Jindan mengatakan, perjalanan Nabi Mahammd saw dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga ke langit ke tujuh, adalah perjalanan spiritual untuk menerima perintah shalat. Perjalanan malam ini adalah perjalanan ibadah yang disimbolkan dengan perjalanan dari masjid ke masjid lainnya. Sangat tidak mungkin, seseorang berada dalam masjid untuk membahas masalah-masalah duniawi, namun perjalanan Israk Mikraj itu adalah perjalanan Nabi Muhammad saw yang berhubungan bidang akhirat, terutama tentang perintah menegakkan shalat lima waktu bagi umatnya.

Disebutkan, perjalanan malam oleh Nabi Muhammad adalah perjalanan spiritual yang difasilitasi oleh Allah, maka perjalanan Israk Mikraj itu adalah perjalanan masuk akal bagi orang-orang yang beriman dan tidak masuk bagi orang-orang munafik dan orang kafir. Perjalanan Israk Mikraj adalah perjalanan sakral. Perjalanan spiritual itu bukan digambarkan dari suatu destinasi suatu negara ke negara lain, atau dari suatu kota ke kota lainnya, akan tetapi perjalanan itu disimbolkan dari satu rumah ibadah ke rumah ibadah lainnya yakni dari Masjidil Haram di Kota Mekkah ke Masjidil Aqsa di Palestina.

Di akhir zaman ini, lanjut Habib Jindan, banyak ditemukan orang yang rajin menegakkan shalat, namun tidak berdampak dalam kehidupannya. Dampak shalat itu tidak terlihat pada sisi kehidupan sehari-hari. Seharusnya, seorang yang mendirikan shalat, maka akan tampak dari perilaku sehari-hari seperti mengendarai mobil dan bergaul dalam masyarakat sesuai filosofi shalat. Jika shalat baik dan khusyuk, maka segala sisi kehidupan manusia akan sempurna.

Di akhir tausiahnya, Habib Jindan bin Novel berharap kepada tokoh dan para pemimpin Aceh agar menerapkan nilai-nilai shalat dalam kepemimpinannya, sehingga akan muncul pemerintah yang ahli dalam shalat, sehingga perbuatannya sesuai dengan makna shalat.

Habib Jindan bin Novel juga berharap, mudah-mudaham Nanggroe Aceh Darussalam semakin aman, semakin salam dan semakin istiqamah, dan para pemimpin Aceh bertakwa kepada Allah.

Dalam kata sambutannya, Gubernur Aceh, Zaini Abdulah mengatakan, shalat lima waktu menjadi sarana bagi umat untuk berkomunikasi dengan Allah. Shalat juga memiliki nilai-nilai kebaikan seperti kejujuran dan ketaatan kepada Allah. Setiap gerakan shalat juga memiliki makna dalam kehidupan sehari-hari. Jika shalat dilaksanakan dengan khusyuk, maka akan mengantarkan manusia kepada kehidupan yang indah.

Zaini Abdullah mengatakan, shalat juga memiliki nilai pendidikan dan pesan moral tentang kepemimpinan dalam kehidupan sehari-hari, karena shalat berjamaah dipimpin oleh seorang imam. Dan yang lebih penting, filosofi shalat harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Shalat harus menjadi spirit saat menarik dan mengeluarkan nafas. Oleh karena itu, kata Zaini, spirit shalat juga harus menjadi spirit membangun Aceh dengan kebersihan hati, sehingga akan memberikan yang terbaik bagi Aceh. Tausiah ditutup dengan pembacaan doa oleh Ustaz Habib Jindan bin Novel bin Salim. (min) (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id