Keramahan Petugas Medis Masjid Nabawi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Keramahan Petugas Medis Masjid Nabawi

Keramahan Petugas Medis Masjid Nabawi
Foto Keramahan Petugas Medis Masjid Nabawi

OLEH MUHAMMAD ILHAM, MSi, dokter pendamping jamaah umrah sebuah travel umrah di Banda Aceh, melaporkan dari Arab Saudi

HARI pertama tiba di Madinah, setelah shalat Subuh di Masjid Nabawi, saya langsung mencari informasi mengenai klinik dan rumah sakit terdekat untuk pemetaan alur koordinasi dan rujukan pasien bila dibutuhkan saat terjadinya kasus kegawatdaruratan pada jamaah umrah.

Setelah mendapatkan informasi yang cukup, saya sempatkan silaturahmi untuk memastikan pola administrasi dan pelayanan sekaligus membangun ikatan emosional sesama petugas kesehatan.

Ada dua pusat kesehatan yang berada dalam lingkungan masjid, yaitu Bab Jebreel Health Center dan Al Safia Healthcare Center. Kedua fasilitas ini didirikan untuk melayani kesehatan para peziarah dan jamaah dari seluruh dunia yang tiap harinya selalu memenuhi masjid yang didirikan oleh Nabi Muhammad saw ini. Masing-masing dari keduanya punya peran tersendiri dengan posisi yang tidak terlalu berjauhan. Depan pintu masuk Jebreel Health Center ada pamflet pengumuman yang berisi informasi dengan menggunakan empat bahasa: Arab, Inggris, Urdu, dan bahasa Indonesia.

“Dear Pilgrims Brothers: Bab-e-jibril Health center has been allocated for emergency cases, however Al-Safia Health Center to treat non-emergency cases.”

Pesan singkat ini untuk memberitahukan bahwa Bab Jebreel Health Center diperuntukkan khusus bagi kasus kegawatdaruratan. Apabila ingin berobat rawat jalan dengan kasus biasa bisa ke Al Safia Health Care Center.

Bab Jebreel Health Center terletak di koordinat 24°28’4″N 39°36’48″E dan bersebelahan dengan kompleks Pemakaman Baqi’. Klinik ini didirikan pada September 2007 dengan pelayanan bebas biaya untuk setiap peziarah dari berbagai negara. Petugas di pusat kesehatan ini tak mengetahui pasti apakah letak klinik yang berdekatan dengan pemakaman mempunyai filosofi tertentu atau dikarenakan sebatas dekat dengan akses jalan saja.

Saya berkesempatan untuk masuk melihat kondisi fasilitas yang tersedia di Bab Jebreel dan berdiskusi dengan petugas kesehatan. Sambutan yang ramah dan bersahabat saya dapatkan sebelum memperkenalkan diri sebagai dokter dari Indonesia. Diskusi semakin hangat dan menarik saat saya beri tahu latar belakang profesi. Saya diajak melihat kelengakapan alat life support dan kesiapan dari tim medis dalam menghadapi setiap kasus yang muncul. Kelengkapan alat dan kapasitas skill keilmuan tim Bab Jebreel ini ibarat instalasi gawat darurat di rumah sakit tipe B di Indonesia.

Al Safia Healthcare Center terletak bersebelahan dengan Museum Alquran dan sejajar dengan pintu Al-Hijrah (Al-Hijrah Gate) dan pintu Quba (Quba Gate) masjid. Al Safia kedudukannya seperti pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) kalau di Indonesia. Petugasnya bertanggung jawab selain memberikan pelayanan kesehatan juga mempromosikan kesehatan dan pencegahan terhadap penyakit.

Petugas di pusat kesehatan ini asalnya dari berbagai negara, termasuk Indonesia, dengan jadwal masuk dinas yang sudah ditentukan. Keramahan dan profesional kerja menjadi daya tarik tersendiri saat saya bersilaturahmi dan berperan sebagai jamaah yang hendak berobat. Administrasi pendaftaran yang saya bawa hanya berupa Id card dari travel tanpa disertai paspor, namun saya tetap diperlakukan dengan baik dan dihadiahi senyum keikhlasan oleh perawat dan dokter yang bertugas.

Awalnya dokter menanyakan bahasa apa yang paling bisa saya pahami? Saya jawab tentunya bahasa daerah, yaitu bahasa Aceh. Mendengar jawaban saya, kami pun tertawa serempak. Interaksi menjadi santai dan bersahabat.

Setelah selesai pemeriksaan, saya disuruh tunggu dan tidak beberapa lama saya sudah memperoleh obat. Hal ini saya perankan untuk bisa mengetahui lebih mendalam pola berobat rawat jalan pada fasilitas kesehatan bebas biaya yang disediakan oleh Kementerian Kesehatan Kerajaan Arab Saudi. Jadwal pelayanannya dimulai dari pukul 07.45 hingga pukul 00.00 waktu Saudi.

Saya merasa sangat puas sebagai seorang pasien dan praktisi kesehatan dari Travel Istiqlal Banda Aceh yang mendapat pelayanan prima di Al Safia Healthcare Center Madinah. Sungguh sebuah pengalaman yang berharga bisa memastikan bahwa ada tim kesehatan dengan kompetensi internasional selalu siap siaga dalam menjaga kesehatan jamaah yang beribadah di Masjid Nabawi.

* Bila Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas Anda ke email: [email protected] (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id