Mahasiswa Aceh di Yogya Desak Pemerintah Selesaikan Konflik Asrama | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Mahasiswa Aceh di Yogya Desak Pemerintah Selesaikan Konflik Asrama

Mahasiswa Aceh di Yogya Desak Pemerintah Selesaikan Konflik Asrama
Foto Mahasiswa Aceh di Yogya Desak Pemerintah Selesaikan Konflik Asrama

URI.co.id, BANDA ACEH – Sejumlah mahasiswa asal Aceh di Yogyakarta menggelar Aksi Solidaritas Asrama Meuligo Sultan Iskandar Muda atas sengketa Asrama Aceh di Yogyakarta, Minggu (23/4/2017).

Mereka mendesak Pemerintah Aceh segera menyelesaikan konflik status Asrama Aceh di Yogya. Aksi Solidaritas digelar pada pukul 15.00 WIB hingga selesai di Bundaran UGM setelah longmarch dari Bale Gadeng.

Jumlah peserta yang mengikuti aksi diperkirakan lebih dari 100 orang dari seluruh mahasiswa Aceh, Paguyuban-paguyuban, Taman Pelajar Aceh (TPA) Yogyakarta-Solo, Komite Mahasiswa dan Pelajar Aceh Nusantara (KMPAN) di Yogyakarta.

Asrama Ponco yang saat ini sedang bersengketa telah lama dihuni oleh mahasiswa Aceh sejak tahun 1964 dengan status Hak Guna Bangunan (HGB). Kasus sengketa asrama Aceh asrama Ponco yang dimenangkan oleh pihak penggugat di Pengadilan Negeri Yogyakarta.

Mahasiswa dan Masyarakat Aceh di Yogyakarta akan melakukan banding atas sengketa asrama tersebut dan sedang menunggu kapan jadwal persidangan akan berlangsung.

Aksi solidaritas mahasiswa Aceh merupakan wujud sikap ketidakpuasan dan ketidakadilan yang diterima mahasiswa Aceh di Yogyakarta baik dari Pemerintah Aceh maupun dari penggugat.

Ketua Asrama Ponco, Agung Luki Perdana mengatakan, asrama Ponco pertama kali digugat pada Januari 2016 oleh Sutan Surya Jaya warga Klaten.

Sebelumnya juga pernah digugat oleh Ibu Inawati pada 2013. Sejak 2016 telah berlangsung 17 kali persidangan dan pada persidangan terkahir minggu lalu dimenangkan oleh pihak penggugat. Agung mengatakan, jumlah Mahasiswa Aceh yang tinggal di Asrama Ponco sebanyak 11 orang.

Ia mengaku tidak tahu nasib para mahasiswa, jika Asrama Ponco jatuh ke pihak lain.

“Kami berharap kepada Pemerintah Aceh untuk memberikan bantuan hukum dan dukungan penuh kepada kasus sengketa asrama ponco”, pinta Agung.

Ketua Taman Pelajar Aceh (TPA) Zulfan Febrian mendesak Pemerintah Aceh untuk menyelesaikan sengketa asrama Aceh di Yogyakarta. Ia bersedia memfasilitasi pertemuan antara Pemerintah Aceh untuk bertemu dengan mahasiswa Aceh di Yogyakarta guna bermusyawarah terkait status Asrama Ponco. Ia juga mempertanyakan tanggungjawab Pemerintah Aceh terhadap pelajar dan mahaiswa Aceh di Yogya.

Ia menegaskan, pihak TPA dan KMPAN akan memfasilitasi dialog antara Mahasiswa Aceh di Yogyakarta, dan berharap Pemerintah Aceh dapat bersilaturahmi dan berdiskusi juga dengan Pemerintah Yogyakarta agar hubungan keduanya lebih baik, sehingga mahasiswa Aceh di Yogyakarta bisa aman, nyaman untuk membangun Aceh ke depan.

Sekjen KMPAN, Imam mengharapkan, Pemerintah Aceh membentuk satu tim khusus baik dari pemerintah ataupun masyarakat yang khusus untuk menangani status hukum asarama-asrama Aceh yang ada nusantara dan Yogyakarta khususnya.

Sehingga kasus serupa tidak terjadi mengantisipasi kasus serupa tidak menimpa asrama Aceh lain. Pemerintah Aceh juga meninjau kapasitas asrama Aceh yang ada di Yogyakarta dan daerah lainnya.

“Kami berharap, jika ada asrama yang ada belum layak, agar memplotkan anggaran pengadaan asrama baru. Contohnya asrama Sabena di Yogyakarta yang kapasitas hanya 7 kamar tapi dihuni 24 orang, dan ruang tamu pun digunakan untuk kamar tidur,” pungkas Imam. (uri/ilviana/ebriyani/SF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id