Berlomba Bangun Asrama Mahasiswa di Kedah | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Berlomba Bangun Asrama Mahasiswa di Kedah

Berlomba Bangun Asrama Mahasiswa di Kedah
Foto Berlomba Bangun Asrama Mahasiswa di Kedah

HASAN BASRI M NUR, Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, melaporkan dari Kedah, Malaysia

DIBUTUHKAN keterlibatan banyak pihak dalam menggerakkan pembangunan sebuah negara/daerah. Keterliban banyak pihak akan mempercepat laju pembangunan, sehingga target kesejahteraan rakyat mudah dicapai.

Pemimpin visioner akan melakukan berbagai cara dalam membangun negeri, termasuk menggandeng perusahaan swasta. Visi ini ada pada sosok Dr Mahathir Mohammad di Malaysia.

Pada masa kepemimpinan Mahathir (1981-2013) banyak terobosan baru di Malaysia. Salah satunya adalah merancang pembangunan universitas dengan melibatkan perusahaan-perusahaan swasta yang berkantor di negaranya. Universiti Utara Malaysia (UUM) yang awalnya berdiri di pertokoan Kota Jitra, Kedah, kemudian pada 1991 direlokasi ke kampus baru di hutan Sintok.

Pembangunan kampus baru dengan fasilitas serbalengkap itu melibatkan sekitar 20 perusahaan/lembaga nasional di Malaysia. Perusahaan-perusahaan itu diminta untuk mendanai pembangunan gedung-gedung asrama lengkap dengan berbagai fasilitasnya.

“Pembangunannya dilakukan oleh manajemen kampus, tapi pendanaannya dari perusahaan. Tidak ada yang menolak ketika negara yang meminta,” kata Prof Dr Jamaluddin Mustaffa dalam diskusi dengan mahasiswa asal Aceh di Sintok, Kedah, beberapa waktu lalu.

Pembangunan gedung asrama itu disesuaikan dengan masterplan kampus di atas lahan 1.061 hektare. Jarak antargedung sekitar 1-3 km. Kebanyakan dari gedung itu berlantai lima, lengkap dengan areal parkir, kantin, pertokoan, kamar mandi, tempat wudhu, mushala, ruang cuci pakaian, ruang jemuran hingga ruang olahraga. Perusahaan-perusahaan itu membangun 5-7 gedung asrama dalam satu blok dengan ribuan kamar. Mereka seperti berlomba-lomba dalam berderma.

Donatur itu diberi hak untuk menamai gedung sesuai dengan nama perusahaannya. Maka, terdapatlah gedung “Inasis” (Inapan Siswa) Yayasan Al-Bukhari, Tradewinds, Petronas, Maybank, SME Bank, BSN, EON, MISC, Bank Rakyat, Bank Muamalat, Proton, Telecom Malaysia, Tenaga Nasional Berhad, Malaysia Airlines (MAS), dan lain-lain.

“Tidak hanya itu, beberapa lembaga donor itu masih menyumbang beasiswa kepada pelajar sampai saat ini,” lanjut Prof Jamaluddin yang merupakan mantan perwira polisi Kerajaan Malaysia.

“Asrama dengan ribuan kamar itu mampu menampung hingga 30.000 mahasiswa. Mahasiswa di sini rata-rata tinggal di asrama. Khusus tahun pertama mahasiswa wajib tinggal di asrama. Di sini sering ada kelas malam. Bus antar jemput mahasiswa selalu standby dan gratis,” kata Dr Muhammad Subhan Ishak, alumnus Unsyiah yang kini menjadi dosen di UUM Kedah.

Beberapa mahasiswa yang ditemui semuanya mengaku tinggal di asrama. Selain fasilitas lengkap, jauhnya akses ke pusat perkotaan juga menjadi alasan mereka memilih tinggal di asrama. Bahkan, mahasiswa asal Kedah pun memilih tinggal di asrama.

Nah, bagaimana dengan Aceh? Rasanya gubernur dan para bupati terpilih pada Pilkada 2017 perlu merancang program serupa dengan melibatkan pihak swasta dalam membangun negeri.

Pada tahun 1982, Bupati Pidie, Nurdin AR, pernah memperkenalkan terobosan serupa ketika membangun Universitas Jabal Ghafur. Nurdin mampu melobi Menteri Koperasi Bustanul Arifin serta dua konglomerat Indonesia, Liem Sioe Liong dan Ibrahim Risjad untuk membangun berbagai gedung dan fasilitas di hutan Gle Gapui. Namun, pascameninggalnya Nurdin AR, kampus itu perlahan “berhutan”. Duh!

Rakyat Aceh merindukan hadirnya pemimpin visioneer melalui berbagai investasi jangka panjang seperti Mahathir atau Nurdin AR. Pemimpin baru yang akan memulai tugas pada Juni 2017 memiliki waktu yang cukup untuk mewujudkan berbagai impian demi kesejahteraan seluruh warga Aceh jangka panjang. Semoga.

* Bila Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas Anda ke email: [email protected] (uri/sih/ebrinaldy/AF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id