Warga Pining Minta Anak Gajah Diusir dari Kebun | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Warga Pining Minta Anak Gajah Diusir dari Kebun

Warga Pining Minta Anak Gajah Diusir dari Kebun
Foto Warga Pining Minta Anak Gajah Diusir dari Kebun

BLANGKEJEREN – Warga Dusun Munte Desa Ekan, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues (Galus) meminta BKSDA untuk mengusir seekor anak gajah yang masih berkeliaran di kebun warga. Anak gajah itu sebelumnya terlihat dekat seekor gajah jantan yang telah mati, diduga dibunuh oleh pemburu, karena gading gajah tidak ada lagi.

Polsek Pining bersama tim BKSDA dan lainnya telah melakukan otopsi terhadap bangkai hewan berbelalai panjang itu pada Jumat (21/4). Gajah jantan itu yang sebelumnya diduga betina diperkirakan berusia antara 20 sampai 25 tahun.

Sedangkan anak gajah yang diperkirakan berumur 5 tahun masih berada di sekitar lokasi perkebunan warga Ekan. Kapolres Galus, melalui Kapolsek Pining, Ipda Yulizan, Sabtu (22/4) mengatakan, setelah tim turun kembali ke lokasi temuan bangkai gajah, ternyata jantan, bukan betina.

Dia menyatakan belum mengetahui penyebab matinya gajah jantan itu yang sebagian dagingnya juga telah hilang. “Tim BKSDA bersama tim lainnya telah membawa sample berupa usus dan lidah gajah itu ke laboratorium untuk mengetahui penyebab kematian gajah jantan itu,” ujar Ipda Yulizan di Blangkejeren.

Kapolsek Pining itu menambahkan seekor anak gajah yang masih berkeliaran di seputaran kebun telah membuat petani khawatir, bahkan sudah takut ke kebun. “Warga Ekan masih takut ke kebun, karena seekor anak gajah masih mencari makan dan berkeliaran di perkebunan warga,” sebutnya..
Dia berharap agar tim BKSDA dapat segera mengusir anak gajah itu di perkebunan warga. Sedangkan sejumlah warga Ekan mengaku belum berani ke kebun berupa kopi, kakao, kemiri dan pohon durian tersebut, khawatir diserang anak gajah itu.(c40) (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id