Rumah Murah Mulai Tersebar | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Rumah Murah Mulai Tersebar

Rumah Murah Mulai Tersebar
Foto Rumah Murah Mulai Tersebar

* Dari Dataran Tinggi Gayo Sampai Pantai Timur-Barat

BANDA ACEH – Pembangunan rumah murah bersubsidi pemerintah mulai tersebar merata di Provinsi Aceh. Yang terbaru, Aceh Tenggara akan segera membangun rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan di wilayah timur, kawasan Langsa juga sedang dibangun rumah murah yang dibandrol Rp 123 juta/unit.

Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Aceh, Afwal Winardi ST MT, Sabtu (22/4) menjelaskan pembangunan rumah murah mulai menyebar di seluruh Aceh. Dia mengaku terus mendorong para pengembang untuk membangun perumahan bersubsidi, terutama di wilayah yang belum terbangun, seperti Bener Meriah dan Aceh Tengah.

Afwal akan berkunjung ke Kutacane, Agara untuk mensosialisasikan rumah bersubsidi kepada para PNS pada Selasa (25/4) dan juga pertemuan secara resmi di oproom Wabup Agara pada Rabu (26/4). “Sosialisasi harus terus digencarkan, baik kepada konsumen maupun pejabat pemerintah, sehingga pembangunan rumah murah akan terus berkelanjutan,” jelasnya.

Dia mengakui aturan tentang rumah murah yang dicanangkan pemerintah pusat belum sepenuhnya sampai ke pejabat daerah. Dikatakan, seperti proses berbagai perizinan seharusnya dipermudah dan dipercepat, selain biaya-biaya seperti peralihan atas hak tanah dan bangunan (BPHTB) dan SHM atau SHG.

Dia menegaskan jika lahan perumahan sudah sesuai dengan tata ruangan, maka perizinan tidak boleh dipersulit. “Selama ini, pengurusan berbagai perizinan harus melalui beberapa instansi, padahal sudah ada Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu,” jelasnya yang didampingi salah satu pengembang Apersi di Langsa, Hendri Ramadhani.

Hendri yang sedang membangun Perumahan Mawaddah di kawasan Gampong Jawa, Langsa sebanyak 400 unit di area seluas 6 hektare berharap proses perizinan dapat dipermudah dan dipercepat. Dikatakan, rumah murah yang dibangunnya dibandrol Rp 123 juta/unit dan beberapa unit telah rampung dibangun.

Sedangkan Afwal menyatakan pemkab/pemko di Aceh harus mendukung perumahan murah yang dijual dengan harga terjangkau untuk masyarakat berpenghasilan rendah. “Kerjasama antara asosiasi perumahan dengan pemerintah harus diperkuat, sehingga seluruh warga dapat memiliki rumah layak huni,” katanya.

Dia mengatakan untuk pembangunan rumah murah di wilayah tengah Aceh telah mendapat dukungan dari berbagai pihak, tetapi saat ini masih berfokus di Galus dan Agara. Disebutkan, rumah murah di wilayah ini dipatok Rp 123 juta/unit atau sudah sesuai dengan peraturan pemerintah.

Namun, untuk wilayah pinggiran Banda Aceh yang sudah masuk wilayah Aceh Besar, rumah murah dipatok di atasnya, karena harga tanah sudah di atas Rp 100 ribu per meter. Afwal berharap, para pengembang Apersi yang membangun rumah murah harus terus berkoordinasi, sehingga tidak akan keluar dari aturan yang berlaku.

Dilansir sebelumnya, rumah murah bersubsidi pemerintah yang telah dibangun sejak 2014 di pantai timur dan barat-selatan Aceh mulai memasuki Kabupaten Gayo Lues (Galus). Direncanakan, Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah dan Aceh Tenggara (Agara) juga akan dibangun rumah murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Afwal sempat menyatakan kawasan dataran tinggi Gayo akan dibangun rumah murah tahun ini. Dia menjelaskan permintaan rumah di kawasan tersebut mulai tinggi. “Kabupaten Gayo Lues menjadi pembuka pertama rumah murah bersubsidi pemerintah yang dibangun oleh developer lokal,” jelasnya. Dikatakan, akan dibangun sebanyak 160 unit rumah di kawasan Kute Tetinggi dan Palok Indah, Galus, dimana area perumahan sudah memasuki tahap pembersihan.

Disebutkan, sebanyak 60 unit rumah murah yang dibandrol Rp 123 juta, tetapi menjadi Rp 130 juta/unit sesudah dimasukkan biaya akad telah dipesan konsumen, sebagian besar PNS, selebihnya wiraswasta dan lainnya.(muh)

penyebaran rumah murah
* Pantai timur
* Pantai barat-selatan
* Wilayah tengah
* Galus dan Agara
* Aceh Tengah belum
* Bener Meriah belum (uri/ndra/ndrianto/IA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id