Empat Bulan e-KTP tak Siap | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Empat Bulan e-KTP tak Siap

Foto Empat Bulan e-KTP tak Siap

* Warga Pidie Kecewa

SIGLI – Warga di Kabupaten Pidie sangat kecewa terhadap pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) setempat. Pasalnya, setelah menunggu hingga empat bulan, e-KTP juga tak kunjung siap dibuat.

Salah seorang warga yang mengeluh itu bernama Nurizal (36), warga Garot, Kecamatan Indrajaya. Kepada Serambi, Rabu (9/3), Nurizal mengaku dirinya sangat kecewa terhadap pelayanan Disdukcapil Pidie. Kekecewaan tersebut berawal saat dia mendatangi dinas tersebut pada bulan November 2015 dengan maksud membuat e-KTP atau KTP baru. “Saya membuat e-KTP pada dinas tersebut karena KTP model lama yang saya pegang telah rusak, dan tidak bisa digunakan lagi,” kata Nurizal.

Kata dia, saat sampai di kantor Disdukcapil Pidie, seorang petugas memberikan surat kepada dirinya yang isinya menyatakan bahwa e-KTP akan selesai pada Januari 2016. Menagih janji yang disampaikan petugas tersebut, Nurizal mendatangi kembali kantor Disdukcapil untuk mengambil e-KTP pada Januari 2016. Namun, saat itu petugas memastikan KTP Nurizal belum siap lantaran blanko kosong. “Sehingga, petugas kembali meminta saya mengambil e-KTP pada Februari 2016,” kata dia. Di bulan Februari, Nurizal kembali mendatangi kantor tersebut. Setelah tanya sana-sini, seorang petugas kembali memastikan e-KTP dia belum siap. “Kali ini, alasannya printer rusak, tidak bisa mencetak e-KTP,” kata Nurizal. Di bulan Maret, Nurizal kembali datang. Dan ternyata, KTP-nya tetap belum selesai. “Saat saya ambil pada 1 Maret, e-KTP juga tak kunjung siap. Anehnya, pegawai Disdukcapil Pidie saat itu tidak mampu membuat alasan penyebab e-KTP tidak siap,” katanya.

Nurizal mengaku dirinya sangat kecewa dengan pelayanan demikian. Seperti halnya Nurizal, seorang warga lainnya juga mengaku e-KTP miliknya tak kunjung selesai hingga empat bulan. “Kalaulah printer rusak seperti dituturkan kepala dinas, maka seharusnya diberitahukan sejak awal. Selain itu, jika membutuhkan waktu lebih dari 4 bulan hanya untuk memperbaiki sebuah printer, tentu masyarakat akan sangat dirugikan,” kata pria yang enggan disebutkan namanya itu.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pidie, Marzuki, yang dihubungi Serambi, kemarin, mengatakan, tidak selesainya e-KTP warga karena dua unit printer percetakan sistem elektronik rusak sejak Desember 2015. Printer bantuan Dirjen Disdukcapil itu hingga kini masih dalam perbaikan di Jakarta.

Kata Marzuki, dua unit printer tersebut rusak tersebut karena bekerja mencetak e-KTP siang dan malam. Sebab, pada saat itu e-KTP telah menumpuk di dinas. “ Jadi, petugas memacu pekerjaan percetakan e-KTP siang dan malam. Akhirnya printer itu rusak. Dua printer itu bantuan Kementerian Dalam Negeri melalui Dirjen Disdukcapil yang diserahkan tahun 2013. Dan, tahun 2014 kita sudah mulai mencetak e-KTP,” katanya. Dijelaskan, dirinya telah mengusulkan pembelian dua unit printer yang akan dibeli memakai dana APBK-Perubahan 2016. “ Saya telah bertemu Pak Bupati, terkait pembelian dua printer tersebut. Dan, Pak Bupati setuju,” katanya. (naz) (uri/omario/alah/RF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id