Melon Bonia ‘Penas KTNA’ Terserang Ulat Akar | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Melon Bonia ‘Penas KTNA’ Terserang Ulat Akar

Melon Bonia ‘Penas KTNA’ Terserang Ulat Akar
Foto Melon Bonia ‘Penas KTNA’ Terserang Ulat Akar

BANDA ACEH – Melon bonia yang ditanam di areal demontration plot (demplot) untuk dipamer pada Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) ke-15, yang berlokasi di belakang Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya Banda Aceh terserang ulat akar putih. Akibatnya tanaman tersebut mati dan harus diganti dengan tanaman lain.

Pantauan Serambi, Rabu (19/4) di lokasi tersebut ada sejumlah tanaman melon bonia yang sudah dicabut dan buahnya juga tergeletak di atas lahan. Seorang pekerja yang bertugas merawat tanaman tersebut mengungkapkan ada sepuluh persen yang terkena ulat akar putih. Meski sudah diantisipasi, namun tetap tidak bisa tumbuh.

“Tapi semalam sudah dikasih obat juga untuk antisipasi. Lumanyan banyak juga yang terkena ulat akar putih, ya dibiarin aja karena enggak ada lagi bibitnya. Kalau tanaman lainnya normal aja, tapi melon bonia enggak cocok sama tanahnya, jadi terkena ulat akar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh, Basri A Bakar yang dikonfirmasi Serambi secara terpisah mengakui ada jenis tanaman yang terkena ulat akar. Hal ini karena ada beberapa jenis tanaman yang tidak tahan dengan pengaruh kelembaban tanah.

“Tidak cocok karena tanahnya sudah kayak gambut, mau memilih tanah yang mana lagi sudah tanahnya yang itu. Karena enggak ada pilihan lain, sebab harus dekat juga dengan stadion. Jika mau tanam di Lampeunerut, maka jauh peserta penas untuk melihatnya ke sana,” kata Basri yang juga Penanggung Jawab Gelar Teknologi Penas ke-15.

Ia menambahkan tidak ada solusi lain apabila sudah terkena ulat akar, tanaman tersebut harus dicabut dan akan diganti dengan tanaman sejenis sayuran agar cepat tumbuh sebelum Penas KTNA dimulai 6-11 Mei.

Dikatakan Basri, tanah tersebut tergolong sub optimal yaitu dengan ciri-ciri kadar garamnya tinggi, tingkat kesuburan dan PH-nya rendah. “Saat kering diatas permukaannya kering tapi dibawahnya lembab. Jadi sangat rentan terserang penyakit. Walaupun kita sudah antisipasi tapi toh terkena juga, tidak mempan lagi apabila sudah terkena ulat akar,” jelasnya.

Menurutnya, melon bonia cocok ditanam di tanah yang agak lembab, berpasir, dan sengaja dipaksakan untuk ditanam pada even Penas KTNA ini untuk mendisplaykan atau mempertontonkan beberapa varietas yang ternyata ada yang cocok, dan ada juga yang tidak cocok untuk ditanam dengan tanah yang tergolong sub optimal.

Sementara itu di lokasi lahan sepuluh hektare itu, sekitar enam hektare digunakan untuk menanam berbagai tanaman, 1,5 hektar untuk peternakan, 1 hektar untuk perikanan, dan selebihnya untuk alat dan mesin. (una) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id