Objek Wisata Kuala Paret Butuh Penataan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Objek Wisata Kuala Paret Butuh Penataan

Objek Wisata Kuala Paret Butuh Penataan
Foto Objek Wisata Kuala Paret Butuh Penataan

KUALASIMPANG – Objek wisata Kuala Paret, Desa Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang, memiliki daya tarik luar biasa. Namun masih perlu penataan oleh pemerintah untuk menjadikannya sebagai destinasi wisata alam.

Rombongan Pansus Badan Legislasi DPRK Aceh Tamiang yang dipimpin Ketua Banleg, Mustaqim dan anggota dewan Tgk Irsyadul Afkar, Desi Amelia, Sumiyem, Fitri, Erawati, didampingi Sekwan Syuibun Anwar, Selasa (19/4) meninjau lokasi itu, dengan mengajak sejumlah wartawan dan Kadis Pora Aceh Tamiang, Syahri, serta pihak Bappeda, Ahmad Yani. Rombongan ini pun menelusuri objek wisata berupa aliran sungai yang letaknya berbatasan dangan hutan Kawasan Ekosistem Lauser (KEL).

Jarak tempuh dari Ibu Kota Kabupaten Aceh Tamiang, Karang Baru, menuju lokasi wisata tersebut mencapai 40 kilometer. Namun, hanya 20 kilometer yang sudah beraspal. Sisanya, jalan dari ibu kota Kecamatan Tamiang Hulu, Pulau Tiga, menuju ke lokasi menelusuri jalan berbukit di kawasan perkebunan milik perusahaan PT MPLI. Jika belum pernah mengunjungi objek wisata ini, dipastikan pengunjung akan tersesat, karena tidak ada penunjuk arah menuju lokasi Kuala Paret tersebut.

Sampai di lokasi, rombongan menuruni bukit terjal dengan menyusuri jalan setapak dengan kemiringan sekitar 80 derajat hingga sejauh 50 meter. Jalan menurun ini bisa dijajal karena sudah dipasangi tali sepanjang 20 meter yang diikatkan ke batang pohon untuk pegangan pengunjung agar tidak terperosok.

Perjalanan ini sangat menguras energi. Namun ketika sampai di lokasi tujuan, rombongan pun disambut oleh batu-batu besar bagaikan lantai semen yang memenuhi segabian sungai Kaloy tersebut. Rasa lelah pun terbayar sudah. Gemercik air dari bebatuan mengalir dengan riak bergelombang semakin menambah indah panorama alam.

Anggota rombongan pun melepas lelah dengan menceburkan diri ke sungai dan berfoto dilatarbelakangi batu belapis menyerupai paret, dan air terjun mengalir ke alur paret berlapis batu sepanjang 200 meter itu. “Mungkin karena struktur lantai sungai ini, kemudian warga pun menamainya Kuala Paret,” ujar Ahmad Yani, anggota rombongan.

Sepanjang amatan Serambi, objek wisata ini sama sekali belum dilengkapi sarana pendukung. Padahal, lokasi ini bisa sangat memikat pengunjung dari dalam maupun luar daerah. Sementara, warga sekitar cukup peduli untuk merawat tempat ini dari sampah, dan ikut menyediakan sarana pendukung seadanya, seperti memasang tali pengaman di jalan yang curam untuk memudahkan pengunjung melewati trek ekstrem.

Hal yang patut diwaspadai yaitu, jika terjadi banjir bandang, maka batu dan kayu gelondongan akan terbawa air, sehingga dibutuhkan jalur evakuasi pengunjung. Di lokasi juga perlu dibangun tempat istirahat bagi para wisatawan. Dari coretan-coretan pengunjung yang pernah datang ke lokasi ini, terlihat bahwa pengunjung yang datang ke Kuala Paret ada yang berasal dari Kota Medan dan Stabat (Sumatera Utara), dan wisatawan lokal Aceh Tamiang sendiri.

Ketua Banleg DPRK Aceh Tamiang, Mustaqim mengatakan, tujuan anggota Banleg DPRK Aceh Tamiang bersama SKPK mengunjungi Kuala Paret ini, untuk mengetahui kebutuhan sarana untuk mengembangkan objek wisata ini. “Banyak yang masih perlu dibenahi untuk membuat pengunjung nyaman dan tertarik datang ke lokasi ini,” ungkapnya.

Mengingat DPRK Aceh Tamiang sudah mengesahkan Qanun Objek Wisata, ia berharap pembangunan sektor pariwisata bisa dilakukan lebih intens, dengan memperhatikan kenyamanan dan keselamatan pengunjung. Kadispora Aceh Tamiang, Syahri menambahkan, dari kunjungan ini, ia menyimpulkan bahwa hal utama yang harus segera dibangun yaitu tangga di jalur menuju Kuala Paret, dan pemasangan rambu-rambu jalan menuju lokasi, untuk memudahkan pengunjung mencapai objek wisata tersebut.(md) (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id