Banjir Rusak Kawasan Pertanian | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Banjir Rusak Kawasan Pertanian

Banjir Rusak Kawasan Pertanian
Foto Banjir Rusak Kawasan Pertanian

* Dari Sawah Sampai Perkebunan

KUTACANE – Banjir bandang yang menerjang Kecamatan Lawe Sigala-gala, Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) pada Selasa (11/4) lalu ikut merusak puluhan hektare area pertanian dan perkebunan. Diperkirakan, kerugian mencapai ratusan juta rupiah, seiring tanaman padi, jagung, coklat dan lainnya mati terendam banjir.

Camat Lawe Sigala-gala, Imansyah Gensi, kepada Serambi, Kamis (19/4) mengatakan telah melakukan pendataan di lapangan bersama kepala desa dan petugas Babinsa. Dikatakan, area persawahan dengan tanaman padi siap panen yang terendam banjir seluas 40,95 hektare dan perkebunan jagung, coklat dan lainnya seluas 29,15 hektare.

“Kerugian dari kerusakan area persawahan dan perkebunan yang dihantam banjir seratusan juta rupiah,” ujar Imansyah. Disebutkan, kolam perikanan air tawar yang dibudidayakan warga juga rusak diterjang banjir dan ikut tertimbun lumpur.

Imansyah menambahkan sebanyak 21 unit kendaraan roda dua dan tiga juga rusak. Dia berharap, Pemkab Agara dan Pemrov Aceh segera memulihkan area pertanian dan perikanan yang tertimbun lumpur bawaan banjir.

Banjir bandang yang menerjang sejumlah desa di Kecamatan Lawe Sigala-gala dan Semadam juga merusak rumah warga dan fasilitas umum. Para korban banjir juga harus mengungsi ke rumah sanak keluarga atau kerabat, tetapi sebagian lainnya berada di posko pengungsian, bahkan sejumlah pengungsi terserang penyakit.

Banjir yang ikut membawa bebatuan besar dan kayu gelondongan dari kawasan perbukitan yang ditebang untuk area pertanian atau perkebunan belum seluruhnya dibersihkan. Bahkan, anggota DPRK Aceh Tenggara, Hasudungan alias Timbul Ganda, Kamis (13/4) sempat mengaku kecewa dengan kinerja BPBD Agara yang lamban menangani para korban banjir.

“Banjir sudah beberapa hari, tetapi kayu gelondongan, bebatuan dan lumpur masih berserakan di rumah, jalan nasional dan juga saluran parit,” ujarnya. Dia berharap, pihak terkait harus segera membersihkan material banjir, karena bisa menimbulkan penyakit.

Untuk mempercepat pembersihkan material banjir, Polres Agara mengerahkan sebanyak 465 personil kepolisian untuk membantu korban banjir bandang di dua kecamatan tersebut. Kapolres Agara, AKBP Edi Bastari, Kamis (13/4) mengatakan dari Polres Agara sebanyak 385 orang, 60 Brimob Polda Sumatera Utara dan 20 Polda Aceh.

Dia menjelaskan personilis tersebut untuk membantu korban banjir bandang di Kecamatan Semadam dan Lawe Sigala-gala, termasuk membersihkan material bawaan banjir bandang yang menimbun rumah warga dan fasilitas lainnya. Dikatakan, tim misi kemanusiaan ini dilepas dalam apel gabungan di Mapolres Agara.(as)

hantaman banjir
* Sawah 40.95 hektare
* Sebagian siap panen
* Kebun 29.15 hektare
* Berisi jagung dan coklat
* Kolam ikan air tawar
* Pemukiman penduduk (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id