Demo Mahasiswa Akkes Ricuh | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Demo Mahasiswa Akkes Ricuh

Demo Mahasiswa Akkes Ricuh
Foto Demo Mahasiswa Akkes Ricuh

* Saling Dorong dengan Polisi, Lima Pingsan
* Polisi Gunakan Water Canon untuk Bubarkan Massa

LHOKSUKON – Aksi demonstrasi mahasiswa Akademi Kesehatan (Akkes) Pemkab Aceh Utara di Gedung DPRK setempat, Rabu (19/4) berlangsung ricuh. Massa terlibat saling dorong dengan petugas yang menjaga pintu pagar gedung DPRK. Lima mahasiswi pingsan karena terjepit saat aksi saling dorong dengan polisi.

Amatan Serambi, sekitar pukul 10.00 WIB mahasiswa Akkes bersama pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Malikussaleh (BEM-Unimal), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lhokseumawe dan Ikatan Lembaga Mahasiswa Keperawatan Aceh (Ilmaka) Aceh, menuju Kantor Bupati Aceh Utara.

Unjuk rasa tersebut merupakan yang ketiga kalinya dilakukan mahasiswa Akkes Pemkab Aceh Utara, terkait keputusan Pemkab Aceh Utara menutup atau menjadikan kampus tersebut sebagai UPTD Dinas Kesehatan. Dua aksi sebelummya dilakukan di Gedung DPRA di Banda Aceh dan di Kampus Akkes.

Dalam aksi kemarin, mahasiswa meminta Pemkab tidak menutup atau menjadikan kampus itu sebagai UPTD. Tapi massa meminta Pemkab menggabungkan kampus tersebut ke kampus lain yang ada di Lhokseumawe dan Aceh Utara. Demo di Kantor Bupati berlangsung hingga siang, setelah perwakilan mahasiswa beraudiensi dengan Asisten III Iskandar Nasri dan Kabag Organisasi Fauzan.

Sekitar pukul 14.00 WIB, mahasiswa menuju Gedung DPRK. Perwakilan mahasiswa sempat beraudiensi puluhan menit dengan Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib. Karena tak puas atas jawaban bupati, mahasiswa tidak pulang. Sekitar pukul 17.00 WIB, terjadi saling dorong antara mahasiswa dan polisi di Gedung DPRK. Akibatnya lima mahasiswi pingsan.

Kelima mahasiswa yang pingsan yaitu Mahda, Ulfa, Laili Suryani, Nurjannah dan Andriani. Namun, setelah dirawat di rumah sakit, mereka meminta izin untuk pulang. Sementara aksi mahasiswa terus berlangsung.Pukul 18.00 WIB, polisi dengan pengeras suara melalui meminta mahasiswa keluar dari halaman gedung DPRK karena waktu demo sudah berakhir.

Karena masih berkumpul di depan gedung dewan, polisi mengerahkan water canon dan menyemprot mahasiswa dengan air, sehingga massa bergeser ke Lapangan Hiraq, lalu membubarkan diri sekitar pukul 18.40 WIB. Kabag Ops Polres Lhokseumawe Kompol Ahzan mengatakan, pihaknya mengerahkan 150 personel untuk mengamankan aksi itu.(jaf) (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id