Berkas Kasus Penjualan Boat Bantuan ke Jaksa | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Berkas Kasus Penjualan Boat Bantuan ke Jaksa

Berkas Kasus Penjualan Boat Bantuan ke Jaksa
Foto Berkas Kasus Penjualan Boat Bantuan ke Jaksa

LHOKSEUMAWE – Polres Lhokseumawe dua hari lalu melimpahkan berkas kasus penjualan boat atau kapal motor (KM) bantuan Pemkab Aceh Utara, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe. Polisi menetapkan pasangan suami istri berinisial MD dan MT sebagai tersangka. MD adalah ketua kelompok nelayan yang menjual boat bantuan itu kepada orang lain.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, melalui Kasat Reskrim AKP Yasir SE, Rabu (19/4) mengatakan, penyidik sudah memeriksa 35 saksi, yakni 28 anggota kelompok nelayan penerima bantuan boat, dan selebihnya dari Syahbandar, Panglima Laot Aceh Utrara dan beberapa pihak terkait.

“Karena kami nilai berkasnya sudah rampung, maka langsung diserahkan ke jaksa. Sekarang tinggal menunggu keputusan jaksa apakah berkas dinyatakan lengkap atau tidak. Bila dinyatakan lengkap maka akandilanjutkan pelimpahan tahap dua,” pungkas AKP Yasir.

Sementara itu, Kajari Lhokseumawe Mukhlis, melalui Kasi Pidum Isnawati, mengatakan pihaknya sudah menerima berkas kasus penjualan KM bantuan tersebut. “Sedang kita teliti apakah lengkap atau tidak,” demikian Isnawati.

Diberitakan sebelumnya, penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe, Senin 20 Maret 2017 menangkap Ketua Kelompok Usaha Nelayan di Samudera Geudong berinisial MD, karena dugaan menjual KM Sempati Star-Sha hibah Pemkab Aceh Utara senilai Rp 1,7 miliar.

Kapal itu dihibahkan Pemkab Aceh Utara pada 2014 kepada kelompok nelayan yang beranggotakan 29 orang itu. Namun boat itu dijual MD kepada orang lain pada Maret 2016, dengan harga Rp 480 juta. Polisi juga menetapkan istri MD, yakni MT sebagai tersangka karena ikut menandatangani kesepakatan jual beli kapal itu di hadapan notaris.(bah) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id