Siapkah Pemerintah Jinakkan Gejolak Harga Jelang Puasa? | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Siapkah Pemerintah Jinakkan Gejolak Harga Jelang Puasa?

Siapkah Pemerintah Jinakkan Gejolak Harga Jelang Puasa?
Foto Siapkah Pemerintah Jinakkan Gejolak Harga Jelang Puasa?

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Dirjen Daglu Kemendag), Oke Nurwan mengatakan stok gula di Gudang Bulog Aceh, Lambaro, Aceh Besar mencapai 4.500 ton untuk kebutuhan bulan puasa 1438 Hijriah sekitar sebulan lebih lagi. Namun, persediaan itu mengkhawatirkan mengingat di bulan puasa permintaan gula sangat melonjak. “Karena itu, stoknya perlu ditambah.” Sedangkan persediaan beras yang mencapai 40.000 ton dianggap tidak mengkhawatirkan.

Menurut Oke Nurwan, jumlah yang disampaikan itu sesuai laporan yang diterimanya dari Kepala Bulog Aceh, Fata Yasin. Dan, pernyataan “tidak mengkhawatirkan” itu juga berdasarkan data atau angka-angka dimaksud. Maka, yang menjadi pertanyaan kita, benarkah angka yang disampaikan itu? Apakah gula dan beras yang ada di gudang-gudang itu sesuai dengan angka yang disebut petinggi Kemendag tadi?

Kita mencatat, berdasarkan pengalaman bertahun-tahun belakangan ini, setiap menjelang Ramadhan hampir semua pejabat ramai-ramai mengakui sudah mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat sehingga harga takkan bergejolak. Akan tetapi, kenyataannya, setiap menjelang masuknya bulan suci bagi umat Islam ini, harga-harga kebutuhan masyarakat melambung tinggi. Mulai harga daging, berbagai jenis cabe, bawang merah, tomat, hingga sayur-sayuran naik berkali-kali lipat. Demikian pula gula pasir, telur, minyak makan, semua “latah” ikut naik tanpa alasan. Celakanya, pemerintah seperti tak punya “jurus” jitu untuk membungkam sentimen harga di pasar yang bikin masyarakat sangat terbeban.

Oleh sebab itulah, kali ini kita sangat berharap pemerintah mulai dari pusat hingga ke provinsi, dan kabupaten/kota hendaknya dapat menemukan terobosan guna mengantisipasi gejolak harga yang sebagiannya memang tak masuk akal alias tanpa sebab. Kita pun sangat percaya pemerintah sudah tahu apa yang harus dilakukan guna mencegah bergejolaknya harga-harga kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan serta menjelang Idul Fitri nantinya.

Akan tetapi, tahu saja tentu tidak cukup jika tidak diberengi dengan tindakan. Dan, yang harus bertindak dalam hal ini termasuk aparat penegak hukum, termasuk Satgas Saber Pungli. Sebab, yang menjadi alasan penaikan harga antara lain karena stok terbatas lantaran ada pihak yang menimbunnya. Di sini polisi dan pengawas perdagangan harus bergerak.

Kemudian yang juga sering dijadikan alasan penaikan harga-harga kebutuhan pokok masyarakat adalah karena ongkos angkutan mahal. Pihak pengangkut beralasan lantaran banyak pungli di jalan. Nah, di sinilah Satgas Saber Pungli harus aktif. Apalagi, ini tahun pertama bagi Satgas Saber Pungli untuk menunjukkan debitnya membantu masyarakat dari “cekikan” meningkatnya harga-harga barang.

Demikian pula para pimpinan daerah, kunjungan pasar jangan hanya sekadar “tebar pesona”, yang lebih penting adalah menemukan masukan dari pedagang dan pembeli untuk diantisipasi atau dicarikan solusi mengenai persediaan barang dan harga-harganya agar tak mencekik masyarakat. (uri/omario/alah/RF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id