Pesawat Militer Amerika Jemput Mesin Rusak di SIM | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pesawat Militer Amerika Jemput Mesin Rusak di SIM

Pesawat Militer Amerika Jemput Mesin Rusak di SIM
Foto Pesawat Militer Amerika Jemput Mesin Rusak di SIM

BANDA ACEH – Satu pesawat milik angkatan udara Amerika Serikat (US Air Force) kembali datang ke Aceh, Sabtu (15/4). Pesawat militer jenis C-17 Goblemaster ini, mendarat di Bandara SIM Blang Bintang, Aceh Besar, pukul 14.20 WIB, untuk menjemput mesin pesawat pendeteksi nuklir yang rusak dan mendarat darurat di Aceh beberapa waktu lalu.

Komandan Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda (Danlanud SIM), Kolonel Pnb Suliono kepada Serambi kemarin mengatakan, pesawat C-17 dengan Call Sign RCH 374 itu terbang dari Okinawa Jepang. Pesawat ini datang ke Aceh untuk mengambil mesin beserta para mekanik yang sebelumnya didatangkan untuk memperbaiki mesin pesawat Boeing 707 yang dijuluki “the sniffer” atau si pengendus (nuklir).

“Setelah proses pemuatan barang, pesawat C-17 yang dipiloti Capten Coddi P itu kembali terbang ke Jepang,” kata Kolonel Suliono.

Sebelumnya diberitakan, pesawat militer jenis boeing 707 yang mendarat darurat di Aceh, selesai diperbaiki dengan mengganti mesin setelah dua minggu parkir di Bandara SIM. Saat pesawat yang berfungsi sebagai pendeteksi nuklir itu kembali terbang, mesin yang rusak dan beberapa mekanik tetap tinggal di Aceh.

Amatan Serambi di Bandara SIM, Sabtu (15/4), pesawat C-17 Goblemaster mendarat pukul 14.20 WIB lalu parkir di Taxiway Bandara. Belasan mekanik Amerika yang sebelumnya masih bertahan di Aceh sudah menunggu di sisi bandara.

Pesawat yang mendarat kemarin merupakan jenis yang sama dengan pesawat yang sebelumnya mengantar mesin, hanya saja memiliki kode yang berbeda. Pada bagian depan pesawat berwarna abu-abu itu tertulis US Air Force yang mengartikan pesawat itu milik angkatan udara Amerika Serikat, serta Kode 0045 dan 105 AW. Pada bagian bawah badan pesawat bertulis ‘New York Air Guard’ serta bagian belakang terdapat lambang bendera AS, kode 70045, dan tulisan ‘Stewart’.

Beberapa menit setelah mendarat, awak pesawat langsung bekerja mengangkut barang yang disimpan di area kargo Bandara SIM, dengan pengawasan pihak militer Indonesia. Barang yang diangkut itu merupakan mesin pesawat yang rusak serta peralatan untuk memperbaiki pesawat. Terlihat barang yang diangkut ke pesawat berupa dua peti, kompresor, dongkrak, serta mesin. Saat bersamaan, pesawat itu juga mengisi bahan bakar di Bandara SIM.

GM Angkasa Pura II SIM, Surahmat melalui pesan whatsapp (WA) mengatakan, setelah mendarat di Bandara SIM, para awak militer Amerika yang masih bertahan di Aceh itu langsung melakukan pemindahan mesin serta barang-barang lainnya dari area cargo ke pesawat. Ia menyebutkan, sebanyak 10 orang awak pesawat (mekanik) yang sebelumnya berada di Aceh, ikut kembali bersama pesawat penjemput itu.

Sebelumnya diberitakan, pesawat militer Amerika Serikat mendarat darurat di Bandara SIM Blang Bintang, Jumat (24/3) pukul 13.00 WIB. Keputusan pilot mendaratkan pesawatnya di Bandara SIM karena salah satu mesinnya mengalami kerusakan.

Danlanud SIM, Kolonel Pnb Suliono SSos kepada wartawan mengatakan, pesawat militer AS jenis Boeing 707 itu take off dari pangkalan militer di Pulau Diego Garcia, di tengah Samudera Hindia tujuan Bandara Kadena di Jepang. Pesawat itu mengangkut 20 orang yang semuanya anggota militer AS.

Berdasarkan rutenya, pesawat tersebut hanya melintas saja di wilayah udara Indonesia. Namun saat berada sekitar 100 mil dari Banda Aceh, pesawat mengalami gangguan yaitu kerusakan pada salah satu mesin, karena masalah pada sistem pengapian.

Pada Minggu (26/4), otoritas Amerika Serikat mengirim pesawat tanker jenis Boeing 707, untuk menjemput 14 dari 20 awak yang tertahan di Aceh dan dibawa kembali ke Diego Garcia. Belakangan diketahui, pesawat yang rusak itu ternyata berfungsi sebagai pendeteksi nuklir yang baru saja menyelesaikan misi mengendus nuklir di beberapa negara. Namun, saat kembali ke pangkalan di Jepang mengalami kerusakan.

Sepuluh hari kemudian, yaitu pada Selasa (4/4), pesawat C-17 Globemaster yang terbang dari Washington DC mendarat di Bandara SIM. Pesawat ini membawa mesin, sukucadang, hingga mekanik. Setelah proses perbaikan (ganti mesin), pada Jumat (7/4) si ‘Pengendus Nuklir’ itu pun melanjutkan penerbangan ke Jepang. Sementara mesin yang rusak beserta 10 orang mekanik tetap tinggal di Aceh, hingga dijemput oleh pesawat militer jenis C-17 Goblemaster pada, Sabtu (15/4).(mun) (uri/inaldy/eryance/RG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id