Belum Tercatat Sebagai Aset Pemerintah Aceh | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Belum Tercatat Sebagai Aset Pemerintah Aceh

Belum Tercatat Sebagai Aset Pemerintah Aceh
Foto Belum Tercatat Sebagai Aset Pemerintah Aceh

* Anggota DPRA: Semua Pihak Harus Bersimpati

KEPALA Badan Pengelolaan Keuangan Aceh, Jamaluddin yang dikonfirmasi Serambi, kemarin, mengatakan, Asrama Meuligoe Sultan Iskandar Muda belum tercatat sebagai aset Pemerintah Aceh. “Iya, setelah kita pelajari memang belum tercatat,” ujarnya.

Walau bukan aset Pemerintah Aceh, namun ia memastikan asrama itu adalah aset masyarakat Aceh di Yogyakarta. “Bisa jadi asrama tersebut sumbangan masyarakat Aceh di sana. Tapi yang harus diingat, beda antara aset Pemerintah Aceh dengan aset masyarakat Aceh. Kalau bukan aset Pemerintah Aceh, ya tidak bisa kita catat,” tambah Jamaluddin.

Meski asrama itu sumbangan masyarakat Aceh, lanjutnya, selama yayasan yang bertanggung jawab tak menghibahkan ke Pemerintah Aceh, statusnya tetap tidak bisa dicatat sebagai aset pemerintah. Karena itu, menurut Jamaluddin, pihaknya juga tak bisa berbuat banyak. Namun, ia menegaskan, selama ini Pemerintah Aceh juga tak menutup mata terhadap masalah tersebut.

“Saat kami di Yogya, mahasiswa melapor dan meminta bantu, ya kita bantu. Kita bantu dalam bentuk dana untuk proses kelancaran sidang,” demikian Jamaluddin.

Harus bersimpati
Secara terpisah, Wakil Ketua Komisi V DPRA, Adam Mukhlis SH menilai terjadinya gugatan terhadap Asrama Meuligoe Sultan Iskandar, merupakan salahsatu bukti bahwa Pemerintah Aceh kurang peduli terhadap aset dan masyarakatnya–termasuk mahasiswa–yang tinggal di luar daerah.

Karena itu, katanya, Pemerintah Aceh semua pihak terkait seperti DPRA dan Forum bersama (Forbes) Anggota DPR-DPD RI asal Aceh harus bersimpati terhadap masalah yang sedang dihadapi mahasiswa Aceh di Yogyakarta tersebut. “Menurut saya, Forbes Anggota DPR-DPD RI asal Aceh selama ini belum mengawal kekhususan Aceh, termasuk ikut serta dalam menjaga aset daerah secara maksimal,” ungkap Adam Mukhlis yang juga angggota Badan Anggaran (Banggar) DPRA ini.

Persoalan itu, menurut Adam Mukhlis, bukan hanya masalah belasan mahasiswa Aceh yang kini tinggal di asrama tersebut. Tapi, lanjutnya, hal itu juga menyangkut harkat dan martabat Pemerintah dan masyarakat Aceh secara umum. “Kalau mahasiswa Aceh harus terusir dari asrama yang sudah ditempati puluhan tahun lalu karena kalah gugatan, Pemerintah dan masyarakat Aceh secara umum juga akan malu. Sebab, hal itu terjadi akibat tak ada kepedulian terhadap masalah tersebut,” ungkap politisi Partai Aceh (PA) ini.

Jadi, tambah Adam Mukhlis, sudah saatnya semua elemen terkait memberikan perhatian serius terhadap masalah yang dihadapi mahasiswa Aceh di Yogya. “Walaupun sudah terlambat, tapi masih ada waktu bagi Pemerintah Aceh untuk membantu generasi penerusnya yang sedang menuntut ilmu di luar daerah,” jelas Adam Mukhlis saat bertemu dua mahasiswa penghuni asrama itu, Hendra Koesmara dan Ziaurrahman di Banda Aceh, sore kemarin.(dan/jal) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id